⌂ Beranda News Gencatan Senjata AS-Iran Dorong Kenaikan Bulanan Logam Industri

Gencatan Senjata AS-Iran Dorong Kenaikan Bulanan Logam Industri

Gencatan Senjata AS-Iran Dorong Kenaikan Bulanan Logam Industri
Ilustrasi logam industri di bursa komoditas
A A Ukuran Teks16px

Logam industri mencatatkan tren positif menuju kenaikan bulanan terbaik sejak Januari setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara.

Kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari menjadi motor utama pergerakan pasar komoditas, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

>>> BEI Rotasi 44 Saham dalam Evaluasi Papan Pencatatan Mei 2026

Perpanjangan gencatan senjata tersebut diproyeksikan bakal membuka jalan bagi negosiasi lanjutan terkait program nuklir Teheran.

Kendati demikian, seorang sumber yang memahami situasi ini menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump belum memberikan persetujuan resmi terhadap ketentuan tersebut.

Dampak pada Indeks Logam dan Harga Komoditas

Sentimen positif ini langsung berdampak pada Indeks Logam LMEX yang melacak enam logam utama di London Metal Exchange.

Indeks tersebut mencatatkan lonjakan sebesar 5,5% sepanjang bulan ini hingga hari Kamis, yang menjadi kenaikan terbesar dalam kurun waktu empat bulan terakhir.

>>> Meta Sediakan Opsi WhatsApp Plus Berbayar dan WhatsApp Gratis

Pergerakan harga logam terpantau bervariasi pada hari Jumat.

Beberapa pekan sebelumnya, transaksi komoditas ini sempat berada dalam kisaran ketat lantaran pelaku pasar terus mencermati jalannya negosiasi konflik yang memicu inflasi dunia tersebut.

Di sisi lain, industri hilir juga menghadapi tantangan akibat tersendatnya pasokan sulfur yang menjadi dampak langsung dari perang.

Keterbatasan bahan baku utama dalam produksi tembaga ini berpotensi menurunkan volume output dari Kongo, menurut analisis Macquarie Group.

Ahli strategi komoditas Alice Fox dalam catatan tertulisnya pada Kamis menjelaskan bahwa andai kesepakatan AS dan Iran tercapai, pemulihan pengiriman di Teluk Persia tetap membutuhkan waktu lama.

>>> Harga Emas Digital 29 Mei 2026 Melonjak Signifikan, ShariaCoin Catat Kenaikan Tertinggi

Kondisi tersebut berpeluang mendorong harga tembaga ke level yang memaksa terjadinya pemotongan produksi secara nyata.

Alice Fox memperkirakan bahwa volume produksi tembaga di Kongo sebesar 94.000 ton per bulan kini berada dalam risiko gangguan.

Pengumuman mengenai pengurangan operasional produksi tersebut kemungkinan bakal mulai disampaikan pada Juli mendatang.

Di LME Shanghai pada pukul 13.30, pergerakan harga tembaga tercatat berada di posisi US$13.702 per ton, naik 5,6% sepanjang bulan ini.

>>> Roket New Glenn Blue Origin Meledak Saat Uji Coba di Florida

Sementara itu, komoditas timah mengalami kenaikan 1,26% menuju level US$55.079 per ton, sekaligus mengukuhkan lonjakan 18% bulan ini sebagai performa terbaik di antara enam logam utama.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru