Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan jangka pendek. Pada penutupan perdagangan terakhir, IHSG terkoreksi 1,23 persen ke level 6.130.
Meski turun, volume pembelian masih cukup tinggi. Namun, analis memperingatkan potensi pelemahan lanjutan.
>>> Kejaksaan Agung Usut Dugaan Transfer Pricing Ekspor CPO Wilmar
Proyeksi Teknikal IHSG
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut IHSG saat ini berada pada wave [v] dari wave A dalam label hitam.
Kondisi ini menandakan ruang koreksi masih terbuka.
Area penurunan berikutnya diproyeksikan menguji level 5.899. "Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899 sekaligus area supportnya," ujar Herditya.
>>> Kemenag Jateng: Lokasi Pencabulan di Pekalongan Bukan Ponpes Resmi
Jika level support tersebut ditembus, volatilitas pasar saham berpotensi meningkat.
Saat ini, support IHSG berada di 5.996 dan 5.899, sementara resistance terdekat di rentang 6.318–6.459.
Rekomendasi Saham
MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham dengan strategi buy on weakness dan trading buy.
>>> Jadwal Lengkap Playoff MPL ID S17 pada 10-14 Juni 2026
Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) direkomendasikan buy on weakness di rentang 1.300–1.340, dengan target harga 1.420 dan 1.510.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang menguat 10,92 persen ke 2.640 disarankan buy on weakness di area 1.860–2.250, target harga 3.120 dan 3.880.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga direkomendasikan buy on weakness pada rentang 1.365–1.460, dengan target 1.815 dan 2.100.
>>> 5 Cara Mengubah Kebiasaan Minum Kopi Jadi Lebih Sehat
Sementara itu, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) direkomendasikan trading buy di area 7.325–7.550, dengan target harga 7.975 dan 8.225.