⌂ Beranda News Rupiah Menguat ke Rp 17.836 per Dolar AS pada 29 Mei 2026

Rupiah Menguat ke Rp 17.836 per Dolar AS pada 29 Mei 2026

Rupiah Menguat ke Rp 17.836 per Dolar AS pada 29 Mei 2026
Grafik nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026. Mata uang Indonesia berhasil keluar dari zona merah setelah tekanan pada hari sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, rupiah menguat 9 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp 17.836 per dolar AS.

>>> Gedung Putih Luncurkan Aliens.gov, Situs Imigrasi Bergaya Fiksi Ilmiah

Sebelumnya, rupiah ditutup melemah 46 poin atau 0,26 persen ke level Rp 17.847 per dolar AS.

Indeks dolar AS tercatat menguat tipis 0,01 persen menuju level 99.034.

Namun, mata uang AS diproyeksikan melemah setelah tercapai kesepakatan perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran di Timur Tengah.

Kesepakatan itu juga mencakup pemulihan aktivitas di Selat Hormuz.

>>> IHSG Menguat ke 6.146 pada Awal Perdagangan, BREN dan CUAN Melonjak

Dampak kesepakatan tersebut terlihat pada pergerakan mata uang global.

Euro naik 0,03 persen menjadi US$ 1,1653 per dolar AS, sementara poundsterling Inggris stabil di $ 1,3445 per dolar AS.

Dolar Australia bertahan di US$ 0,7164 per dolar AS, dan dolar Selandia Baru naik 0,2 persen ke US$ 0,5946 per dolar AS.

>>> Rebalancing MSCI dan FTSE Russell Picu Outflow Asing Rp45 Triliun

Yen Jepang menguat ke posisi 159,27 terhadap dolar AS, menjauhi batas psikologis 160 per dolar AS.

Dolar AS diperkirakan menyudahi tren kenaikan dua pekan dan berpotensi turun 0,3 persen pada akhir pekan.

"Mungkin saja setelah krisis di Iran, di Timur Tengah, berakhir, kita memperkirakan dolar AS akan tetap lemah," ujar Massimiliano Castelli, kepala strategi di tim pasar negara global UBS Asset Management.

Menurut Castelli, ketegangan di Timur Tengah sempat menahan penurunan dolar AS karena permintaan aset aman.

>>> Dokter Spesialis Jelaskan Penanganan Kista Ovarium Tanpa Operasi

Namun, banyak investor kini mulai melakukan diversifikasi dari aset dolar AS setelah situasi kondusif.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru