⌂ Beranda News Dolar AS Tembus Rp17.949, Rupiah Tertekan Geopolitik dan Fiskal

Dolar AS Tembus Rp17.949, Rupiah Tertekan Geopolitik dan Fiskal

Dolar AS Tembus Rp17.949, Rupiah Tertekan Geopolitik dan Fiskal
Ilustrasi dolar AS dan rupiah
A A Ukuran Teks16px

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai kebijakan pemerintah menahan penyesuaian harga energi domestik demi menjaga daya beli masyarakat berimbas langsung pada pergerakan kurs.

>>> Memanaskan Masakan Daging Berulang Kali Turunkan Kualitas Gizi

“Rupiah akhirnya menjadi shock absorber utama. Inflasi ditahan, harga energi ditahan, tetapi tekanan ekonominya tidak hilang.

Tekanan itu pindah ke kurs,” jelas Fakhrul Fulvian.

Fakhrul Fulvian menyatakan situasi ini sejalan dengan teori Dornbusch Overshooting ketika harga domestik kaku di tengah pergerakan cepat pasar keuangan internasional.

“Inflasi yang seharusnya muncul di banyak tempat akhirnya terlalu banyak ditanggung oleh rupiah,” ujar dia.

Meskipun pertumbuhan ekonomi nasional masih positif dan sektor perbankan sehat, investor tetap mengawasi arah bauran kebijakan fiskal dan moneter Indonesia.

“Kalau harga domestik dibuat rigid sementara tekanan global terus naik, maka pasar valuta asing akhirnya yang bergerak paling ekstrem,” imbuh dia.

Ketidakpastian juga meningkat seiring rencana pemerintah mewajibkan devisa hasil ekspor disimpan penuh di bank BUMN per 1 Juni 2026.

“Pasar melihat apakah Indonesia punya policy anchor yang cukup kuat untuk menghadapi era global baru yang jauh lebih volatile dan inflationary,” ujar dia.

Fakhrul Fulvian menekankan bahwa koordinasi kebijakan antara fiskal dan moneter menjadi faktor krusial yang sedang diuji oleh pasar.

“Ketika fiskal memilih menjaga inflasi tetap rendah dan adjustment harga sangat terbatas, maka BI dan rupiah harus bekerja jauh lebih keras,” kata Fakhrul Fulvian.

>>> KFC Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 13,28 Miliar pada Kuartal I-2026

Sementara itu, IMF memperingatkan bahwa perang yang berkepanjangan dapat memangkas pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,5% dan mengerek inflasi hingga 5,4%.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru