Melemahnya rupiah hari ini adalah efek jangka panjang membebaskan produk impor dijual langsung ke pasar domestik tanpa diolah terlebih dahulu," kata Farhan.
Oleh karena itu, asosiasi mendesak pemerintah agar segera melakukan intervensi konkret demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Kestabilan kurs menjadi kebutuhan krusial bagi kepastian usaha.
>>> Samsung Resmi Luncurkan Galaxy S26 Ultra untuk Kreator Konten di Indonesia
"Walaupun kami transaksi domestik menggunakan rupiah, namun rate pembayarannya masih menggunakan dolar," tutur Farhan.
Pergerakan Rupiah Mendekati Rp17.900
Berdasarkan data pasar luar negeri, pergerakan mata uang rupiah terpantau kian tertekan hingga hampir menyentuh level Rp17.900 per dolar AS.
Lonjakan ini terjadi pada sesi perdagangan malam hari ketika pasar domestik sedang libur memperingati Iduladha.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah sempat terperosok ke posisi Rp17.892/US$ pada pukul 23.59 WIB di pasar internasional.
Mata uang nasional tersebut kemudian ditutup pada level Rp17.886/US$, atau mengalami pelemahan sebesar 0,25%.
Pada perdagangan Kamis (28/5/2026), pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) dibuka pada posisi stagnan.
Namun, nilainya kemudian bergerak menguat tipis sebesar 0,22% ke level Rp17.846/US$ pada pukul 06.02 WIB.
Sebelum libur Iduladha pada Selasa (26/5/2026), posisi rupiah mendarat di level Rp17.789/US$.
Angka penutupan tersebut tercatat sebagai posisi paling lemah sepanjang sejarah perkembangan mata uang Indonesia.
Sepanjang sesi perdagangan Selasa pekan tersebut, nilai tukar rupiah berulang kali menembus rekor terendah baru.
>>> Cara Bayar Netflix, Spotify, dan Layanan Digital Lainnya Pakai DANA
Setelah dibuka pada level Rp17.749/US$, rupiah melemah ke posisi Rp17.786/US$ pada pukul 10.02 WIB, lalu jatuh lagi ke Rp17.794/US$ pada pukul 14.04 WIB.