⌂ Beranda News Analis Prediksi Rupiah Melemah Dekati Rp18.000 Per Dolar AS Besok

Analis Prediksi Rupiah Melemah Dekati Rp18.000 Per Dolar AS Besok

Analis Prediksi Rupiah Melemah Dekati Rp18.000 Per Dolar AS Besok
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah
A A Ukuran Teks16px

Analis mata uang memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan melemah pada perdagangan besok, Jumat (29/5/2026).

Rupiah diprediksi semakin mendekati level Rp17.900–Rp18.000 per dolar AS.

>>> Polres Temanggung Selidiki Kematian Satu Keluarga Saat Berkemah di Kledung

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mencatat rupiah di luar negeri bergerak melemah ke kisaran Rp17.870 per dolar AS pada hari ini.

Ia memprediksi rupiah di pasar luar negeri akan ditutup ke level Rp17.900 per dolar AS.

“Rupiah sudah melemah 70 poin yaitu di Rp17.870 per dolar AS.

Ada kemungkinan besok pembukaan pasar di hari Jumat rupiah akan mendekati level Rp18.000 per dolar AS, kemungkinan besar,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026).

Faktor Eksternal dan Domestik

Ibrahim memandang pergerakan rupiah dipengaruhi sejumlah faktor eksternal dan domestik. Dari faktor global, ketegangan geopolitik antara AS dan Iran serta Rusia dan Ukraina berpotensi membebani gerak rupiah.

Ketegangan di Eropa dan Timur Tengah membuat harga minyak dunia kembali memanas. Harga West Texas Intermediate (WTI) naik dari US$92 per barel menjadi US$96 per barel.

“Ini mengindikasikan bahwa kenaikan harga minyak akibat tingginya geopolitik dan transportasi logistik membuat harga-harga di Amerika mengalami kenaikan signifikan, terutama gasoline,” kata Ibrahim.

>>> PT Samindo Resources Tbk Bagikan Dividen Tunai US$ 8 Juta

Tingginya inflasi di AS diprediksi membuat Bank Sentral AS atau The Fed mempertahankan suku bunga acuan hingga akhir tahun.

Hal ini mendorong dolar AS menguat.

Dari faktor domestik, pergerakan rupiah dipengaruhi kenaikan harga minyak, kebutuhan dolar tinggi, aksi pembayaran dividen, hingga perpindahan tabungan masyarakat ke valuta asing.

“Bank Indonesia hanya bisa melakukan intervensi di pasar internasional.

Kekuatan BI untuk intervensi sudah maksimal, tetapi kekuatan eksternal dan internal cukup besar, wajar jika rupiah mengalami pelemahan,” ujar Ibrahim.

Pergerakan Rupiah di Pasar Luar Negeri

Rupiah di luar negeri hampir menyentuh Rp17.900 per dolar AS dalam sesi perdagangan tadi malam waktu Indonesia, saat pasar domestik libur Iduladha.

>>> Depresiasi Rupiah Tekan Arus Kas Pelaku Usaha Nasional

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat menyentuh Rp17.892 per dolar AS pada 23.59 WIB, sebelum ditutup di Rp17.886 per dolar AS, melemah 0,25%.

Hari ini (28/5/2026), rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) dibuka stagnan, lalu bergerak sedikit menguat 0,22% ke posisi Rp17.846 per dolar AS pada 06.02 WIB.

Mata uang kawasan Asia cenderung beragam, dengan yuan offshore menguat 0,03% dan yen Jepang 0,01%, sementara dolar Singapura melemah 0,01%.

Pada 06.50 WIB, pergerakan mata uang Asia berbalik arah karena kenaikan harga minyak mentah kembali terjadi.

WTI naik mendekati US$90 per barel, sedangkan Brent di kisaran US$94 per barel.

Dalam satu dekade terakhir, rupiah merupakan mata uang paling volatil di Asia.

Rupiah di pasar spot bergerak dari Rp13.788 per dolar AS pada akhir 2025 ke Rp17.783 per dolar AS pada Selasa (26/5/2026), terdepresiasi 28,98%.

>>> Toyota Luncurkan Hilux Generasi Terbaru dengan Desain Cyber SUMO

Sebagai perbandingan, rupee India melemah 44,13% dalam periode yang sama, namun pergerakannya lebih terkendali karena India memiliki penyangga berupa pertumbuhan ekonomi dan cadangan devisa besar.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru