Nilai tukar rupiah di pasar luar negeri melemah hingga hampir menyentuh Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan Rabu malam.
Pelemahan terjadi saat pasar domestik libur memperingati Iduladha.
>>> Siswa SDIT Citra Azzahra Raih Silver Prize di World Dance Festival 2026
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat menyentuh posisi Rp17.892 per dolar AS pada pukul 23.59 WIB.
Meskipun sempat anjlok, rupiah kemudian ditutup pada level Rp17.886 per dolar AS atau melemah 0,25 persen.
>>> PT Xacti Indonesia Tutup Pabrik di Depok, PHK 350 Karyawan
Perpanjangan Tren Negatif
Depresiasi ini memperpanjang tren negatif setelah rupiah ditutup pada level Rp17.789 per dolar AS pada Selasa, 26 Mei 2026.
Level tersebut menjadi posisi terlemah sepanjang masa pada penutupan perdagangan sebelum libur.
Pada perdagangan Selasa, rupiah dibuka di Rp17.749 per dolar AS, lalu merosot ke Rp17.786 pada pukul 10.02 WIB, dan menyentuh Rp17.794 pada pukul 14.04 WIB.
>>> Mojtaba Khamenei: Tatanan Regional Baru di Timur Tengah Telah Terbentuk
Pada Kamis, 28 Mei 2026, rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) dibuka stagnan, kemudian bergerak sedikit menguat 0,22 persen ke posisi Rp17.846 per dolar AS pada pukul 06.02 WIB.
Sejumlah perbankan nasional tetap memperbarui kurs acuan dolar AS meskipun aktivitas perdagangan di dalam negeri libur.
>>> Asah Otak Lewat Delapan Tantangan Tebak Gambar
Beberapa bank mematok harga jual di atas Rp17.900 per dolar AS, seperti PT Bank OCBC NISP Tbk yang menjual Rp17.963 per dolar AS dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang membanderol Rp19.250 per dolar AS.