⌂ Beranda News Merombak Trikotomi: Mengatasi Kelembaman Historis-Struktural Ekonomi

Merombak Trikotomi: Mengatasi Kelembaman Historis-Struktural Ekonomi

Merombak Trikotomi: Mengatasi Kelembaman Historis-Struktural Ekonomi
Ilustrasi trikotomi struktur ekonomi Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Solusi harus diarahkan pada redistribusi aset dan perluasan akses melalui transformasi struktural dan mentalitas.

Reformasi ekonomi modern perlu diperluas menuju reforma kapital dan reforma kredit melalui pembiayaan produktif, ekosistem koperasi yang sehat, demokratisasi teknologi, serta sistem ekonomi yang inklusif dan meritokratis.

Dalam konteks aset hasil korupsi, perampasan aset dapat menjadi instrumen korektif untuk mencegah reproduksi ketimpangan lintas generasi. Namun, perubahan struktur tidak berarti tanpa perubahan mentalitas.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.856 per Dolar AS pada 28 Mei 2026

Indonesia memerlukan budaya ekonomi yang produktif, disiplin, meritokratis, dan berorientasi jangka panjang sesuai nilai-nilai Pancasila.

Selama mentalitas rente, patronase, korupsi, dan spekulasi jangka pendek masih dominan, reformasi kelembagaan hanya akan melahirkan wajah baru dari pola lama.

Koperasi harus menjadi instrumen transformasi untuk memutus trikotomi. Sejarah menunjukkan banyak koperasi gagal akibat lemahnya tata kelola, manajemen risiko, dan budaya kepatuhan.

Penerapan governance, risk, and compliance (GRC) menjadi fundamental untuk menjaga integritas koperasi.

Jerry menekankan perlunya integrasi dan gotong royong nasional antara negara, konglomerasi swasta, koperasi, UMKM, dan masyarakat.

Negara harus membangun kebijakan kredibel berdasarkan prinsip TARIKES (Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, Keadilan, Etika, dan Sustainabilitas).

Konglomerasi swasta perlu bergeser dari pola eksklusif menuju rasionalitas ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Koperasi dan UMKM harus memperkuat produktivitas dan profesionalisme agar mampu naik kelas.

Pengalaman China di bawah Deng Xiaoping menunjukkan bahwa perubahan besar lahir dari keberanian politik, reformasi struktural, integritas kepemimpinan, dan konsistensi eksekusi.

Indonesia membutuhkan energi perubahan.

>>> Greysia Polii Selesaikan HYROX Incheon Usai Keguguran

Jika semua pihak memiliki kemauan kolektif untuk bergerak dalam integrasi dan gotong royong nasional, trikotomi ekonomi dapat dirombak menjadi fondasi baru bagi ekonomi yang lebih adil, produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru