⌂ Beranda News Akademisi Indonesia Palsukan Identitas dan Data Riset di ISPPD 2026

Akademisi Indonesia Palsukan Identitas dan Data Riset di ISPPD 2026

Akademisi Indonesia Palsukan Identitas dan Data Riset di ISPPD 2026
Suasana konferensi ISPPD 2026 di Kopenhagen
A A Ukuran Teks16px

Sejumlah oknum akademisi asal Indonesia kedapatan melakukan pemalsuan identitas dan fabrikasi data riset dalam konferensi ilmiah bergengsi ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark.

Aksi ini dibongkar oleh dosen Universitas Udayana, Ida Bagus Mandhara Brasika, bersama mahasiswa S3 University of Oxford asal Indonesia, Wa Ode Dwi Daningrat, melalui akun Instagram mereka.

>>> Harga Emas Dunia Terkoreksi ke Level US$ 4.505 pada 27 Mei 2026

"Kabar buruk akademisi Indonesia," tulis Ida Bagus dalam akun Instagram @mandharabrasika, dikutip Rabu, 27 Mei 2026.

Ida Bagus mengungkapkan bahwa salah satu modus para pelaku adalah memalsukan identitas secara langsung saat sesi presentasi berlangsung.

Para pelaku dilaporkan berganti-ganti nama hanya dengan mengubah jilbab serta kartu pengenal (name tag), lalu berpindah dari satu stasiun presentasi ke stasiun lainnya dalam waktu singkat.

"Bukan hanya identitas, risetnya pun palsu. Dibuat dengan AI atau fabrikasi data.

>>> Pemerintah Cairkan Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan Mulai Juni 2026

Risetnya dibuat terlihat sangat hebat. Padahal, risetnya tidak pernah ada.

Datanya palsu di-generate AI, gambar dan tulisannya juga," beber Ida Bagus.

Kecurangan ini terendus setelah muncul berbagai kejanggalan, seperti klaim lokasi penelitian yang tidak masuk akal.

>>> Kemenko Perekonomian Sosialisasikan Skema P3NK untuk Pendanaan Infrastruktur Daerah

Lokasi tersebut mencakup wilayah dataran tinggi Ethiopia, Peruvian Andes, Guatemala, Lebanon, Yordania, Bangladesh, Sudan Selatan, Filipina, Kenya, Nepal, Malawi, hingga India bagian utara.

Seluruh peneliti dalam laporan tersebut diketahui berasal dari Indonesia tanpa mencantumkan adanya kolaborator lokal maupun persetujuan etik penelitian di negara-negara tujuan.

Selain itu, poster riset pelaku mencantumkan afiliasi lembaga fiktif bernama "AI-BioMedicine Research Group, IMCDS-BioMed Research Foundation, Jakarta, Indonesia".

Mereka juga menyajikan kesimpulan yang persis sama untuk dua penelitian dengan topik dan objek yang berbeda.

>>> GIIAS 2026 Hadirkan 6 Merek Otomotif Baru di ICE BSD

Dugaan manipulasi data riset ini akhirnya terbongkar secara resmi setelah peserta konferensi lain yang juga berasal dari Indonesia merasa curiga dan langsung melaporkan temuan tersebut kepada pihak panitia penyelenggara.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru