Harga emas dunia kembali mengalami koreksi pada perdagangan Rabu pagi, 27 Mei 2026.
Logam mulia ini tercatat turun 1,39 persen ke level US$ 4.505 per troy ounce.
>>> Kemenko Perekonomian Sosialisasikan Skema P3NK untuk Pendanaan Infrastruktur Daerah
Penyebab Koreksi Harga Emas
Penurunan harga emas dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kenaikan inflasi di Amerika Serikat yang mempengaruhi ekspektasi suku bunga.
Ahli logam mulia dari Heraeus menyebutkan bahwa pasar kini memperkirakan akan ada satu kenaikan suku bunga pada 2026.
>>> GIIAS 2026 Hadirkan 6 Merek Otomotif Baru di ICE BSD
Sebelumnya, pasar memperkirakan satu hingga dua kali penurunan suku bunga.
Selain faktor AS, permintaan dari India juga menurun. India merupakan konsumen emas terbesar kedua di dunia.
Pemerintah India menaikkan pajak impor emas menjadi 15 persen. Kebijakan ini menekan volume impor emas ke negara tersebut.
>>> Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Identitas dan Data Riset di ISPPD 2026
Data Heraeus menunjukkan total pasokan emas yang masuk ke India pada April 2026 hanya 0,66 juta ons.
Angka ini turun 47 persen dibandingkan rata-rata bulanan lima tahun terakhir yang mencapai 1,25 juta ons.
>>> Kerbau Albino Berambut Pirang Mirip Donald Trump Viral di Bangladesh
Kenaikan harga konsumen dan produsen AS juga terus berlanjut. Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) diproyeksikan melonjak melebihi target The Fed sebesar 2 persen.