Oklahoma City Thunder sukses menumbangkan San Antonio Spurs dengan skor 127-114 pada Game 5 Final Wilayah Barat NBA di Paycom Center, Selasa, 26 Mei 2026 waktu setempat.
Kemenangan ini membuat Thunder memimpin keunggulan seri 3-2 dan selangkah lagi menuju NBA Finals dua musim berturut-turut.
>>> Santos FC Lolos ke Playoff Copa Sudamericana Usai Bantai Deportivo Cuenca 3-0
Shai Gilgeous-Alexander memimpin perolehan angka Oklahoma City dengan 33 poin, sembilan asis, dan dua steal lewat akurasi 16 dari 17 tembakan bebas.
Jared McCain tampil gemilang dalam starter pertama karier playoff-nya dengan mencetak 20 poin, di mana 18 poin di antaranya dilesakkan pada paruh kedua pertandingan.
Alex Caruso menambahkan 22 poin dari bangku cadangan.
Di kubu San Antonio Spurs, Stephon Castle mengemas 24 poin dan Julian Champagnie mencetak 22 poin.
Sementara itu, Victor Wembanyama diredam hingga hanya membuat 4 dari 15 tembakan dari lapangan.
Strategi pertahanan ketat tuan rumah memaksa Wembanyama menyudahi laga dengan koleksi 20 poin, enam rebound, tiga blok, dan dua steal sebelum diistirahatkan menjelang akhir laga.
Pelatih kepala San Antonio Spurs, Mitch Johnson, menyoroti produktivitas ofensif yang minim dari pemain pilarnya tersebut.
>>> Cleveland Guardians Promosikan Pitcher Kidal Will Dion ke MLB
"He's got to take more than 15 shots, even with the free throws. He's going to have to score more than 20 points, for sure," kata Johnson.
Johnson menilai bahwa tim lawan telah mengantisipasi pergerakan skuadnya dengan sangat matang pada laga krusial tersebut.
"OKC did a good job. We've got to do a better job," tuturnya.
Dirinya menambahkan bahwa kedewasaan taktik menjadi faktor pembeda dalam duel sengit babak pascamusim ini.
"In this type of game, you gotta be sure of everything you're doing in a secure, mature way," tambah Johnson.
Sebaliknya, atmosfer ruang ganti Oklahoma City Thunder diliputi semangat penebusan setelah sempat tampil buruk dan mencatat skor terendah sejak 2021 pada laga sebelumnya.
"I think we were disappointed by the way we played.
I don't think we could have played any worse than we did in Game 4, to be honest.
>>> SKS Copack Tarik Puluhan Bubuk Minuman karena Kontaminasi Salmonella
So, we just wanted to come out with a little more sense of urgency, and just play better," ujar Isaiah Hartenstein.
Pebasket asal Jerman yang mencetak double-double tersebut memilih merendah dan memuji skema defensif kolektif alih-alih mengambil kredit individu karena sukses mematikan Wembanyama.
"It's a team thing," tegas Hartenstein.
Hartenstein menyatakan bahwa menjaga pemain hebat berskala bintang membutuhkan kerja sama seluruh unit tim di lapangan.
"With any great player, you're not going to stop him with one player.
Just going in there, making his looks hard, making sure he just doesn't get anything easy.
I think we did a great job as a team, just executing that," ucapnya.
>>> Rupiah Melemah ke Rp17.791 Per Dolar AS pada Sesi Siang
Pertandingan berikutnya akan dilanjutkan pada Game 6 di markas San Antonio Spurs pada Kamis mendatang.