Pemerintah China dilaporkan memperlambat proses persetujuan pengiriman pesawat Airbus SE pada Rabu, 27 Mei 2026.
Langkah ini dilakukan untuk menunjukkan ketidaksabaran terhadap lamanya proses sertifikasi pesawat domestik buatan Comac oleh regulator Eropa.
>>> Kemensos Gunakan Kategori Desil untuk Tentukan Penerima Bantuan Sosial
Penundaan persetujuan akhir ini menghentikan operasional jet baru Airbus di China dalam beberapa bulan terakhir. Informasi tersebut diperoleh dari narasumber yang mengetahui masalah rahasia tersebut, seperti dilansir Bloomberg.
Akibat hambatan administratif ini, Airbus mencatatkan pengiriman jet komersial kuartal pertama paling sedikit sejak 2009. Hampir 20 pesawat ke China tertahan karena masalah ini.
Data dari Cirium menunjukkan produsen asal Prancis itu hanya mengirimkan 16 pesawat ke maskapai penerbangan China dalam lima bulan pertama tahun ini.
Jumlah itu turun drastis dibandingkan 47 pesawat pada periode sama tahun lalu.
>>> RUPS PT Dirgantara Indonesia Rombak Susunan Direksi dan Komisaris
CEO Airbus, Guillaume Faury, sebelumnya menjelaskan penyebab berhentinya pengiriman pesawat dengan istilah "administratif". Maskapai memperkirakan pasokan akan kembali normal sesuai jadwal pada akhir Juni.
Namun, keunggulan Airbus di pasar penerbangan terbesar kedua di dunia ini berpotensi terancam jika ketegangan terus berlanjut.
Comac C919 Incar Sertifikasi Eropa
Di sisi lain, Perusahaan Pesawat Komersial China (Comac) kini tengah berupaya mendapatkan sertifikasi model C919 dari Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA).
Sertifikasi ini diperlukan agar C919 bisa dipasarkan secara global.
Model C919 berkapasitas hingga 192 penumpang.
>>> Indonesian National Orchestra Rilis Album Live Perdana di Amsterdam
Pesawat ini sangat krusial bagi ambisi China untuk menembus duopoli pasar jet komersial global yang selama ini dikuasai Airbus dan Boeing.
Hambatan di pasar penerbangan China juga dialami Boeing.
Produsen asal AS itu mencatatkan jumlah pesanan lebih sedikit dari perkiraan, meskipun kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing awal bulan ini sempat mengakhiri kekeringan pembelian selama hampir satu dekade.
Aksi saling tekan terkait sertifikasi ini memiliki preseden.
>>> Resep Sei Sapi Rumahan Premium Pakai Wajan Teflon
Trump sempat mengancam pengenaan tarif 50 persen pada pesawat Kanada di AS awal tahun ini sampai Ottawa menyetujui jet pribadi buatan Gulfstream.
