⌂ Beranda News Indonesian National Orchestra Rilis Album Live Perdana di Amsterdam

Indonesian National Orchestra Rilis Album Live Perdana di Amsterdam

Indonesian National Orchestra Rilis Album Live Perdana di Amsterdam
Indonesian National Orchestra tampil di BIMHUIS Amsterdam
A A Ukuran Teks16px

Indonesian National Orchestra (INO) resmi meluncurkan album live perdana mereka. Album berjudul Live at BIMHUIS ini tersedia di berbagai platform streaming digital.

Peluncuran dilakukan setelah INO sukses menggelar pertunjukan langsung di Amsterdam, Belanda. Rekaman diambil saat mereka tampil di panggung jazz dan world music BIMHUIS pada 20 Juni 2025.

>>> Skastra Siap Gelar Tur Perdana di Jepang pada Juli 2026

Pertunjukan tersebut merupakan bagian dari rangkaian tur Eropa ketiga INO. Orkestra ini pertama kali dibentuk pada 2010 oleh komponis dan etnomusikolog Franki Raden.

Perjalanan Internasional INO

INO membawa visi memperkenalkan orkestrasi abad ke-21 yang berakar pada alat musik tradisional Indonesia. Sejak 2016, mereka mengembangkan format combo dengan tujuh hingga sepuluh musisi.

Setiap anggota ensambel mampu memainkan lebih dari satu instrumen tradisional Nusantara. Sebagian besar gubahan musik lahir dari tangan Franki Raden.

>>> Apple Sesuaikan Harga iPhone di Indonesia Pasca Rilis Seri Terbaru

Sebelum album ini, INO telah tampil di berbagai panggung internasional. Mereka pernah memukau penonton di Jeonju International Sori Festival, Korea Selatan pada 2016.

Setahun berikutnya, mereka tampil di Sharq Taronalari Festival, Uzbekistan pada 2017. Perjalanan berlanjut ke Elbphilharmonie Hamburg, Jerman pada 2022.

Pada 2025, mereka menjajaki Amsterdam Roots Festival dan BIMHUIS di Belanda. Album Live at BIMHUIS mendokumentasikan format combo ini untuk pertama kalinya.

>>> IPB University Ingatkan Pentingnya Pilih Hewan Kurban Bebas Zoonosis

Dalam rekaman, Franki Raden bertindak sebagai music director dan memainkan gong set serta bedug bass. Lini vokal sopran diisi oleh Satya Cipta.

Hendri Desmal memainkan didgeridoo, serunai, dan taganing. Cucu Kurnia menghadirkan ketukan kendang Sunda.

Dwiki Pebriansyah memainkan suling, tarompet, dan rebab. Unsur modern diperkuat Andre Dinuth pada gitar elektrik dan Wanda Omar pada bass elektrik.

>>> Kemkomdigi Himpun 10 Sapi Kurban untuk 1.751 Penerima Manfaat

Album ini diproduksi oleh Lokaswara dan didistribusikan melalui Musik Bagus. Proses mixing dan mastering dilakukan oleh Danny Ardiono.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru