⌂ Beranda News Prime Video Catat Rekor Debut Serial Off Campus dengan 36 Juta Penonton

Prime Video Catat Rekor Debut Serial Off Campus dengan 36 Juta Penonton

Prime Video Catat Rekor Debut Serial Off Campus dengan 36 Juta Penonton
Poster serial Off Campus di Prime Video
A A Ukuran Teks16px

Serial romansa komedi hoki terbaru Prime Video, Off Campus, berhasil mencatatkan rekor debut yang mengesankan.

Adaptasi dari seri buku Elle Kennedy ini meraih 36 juta penonton dalam 12 hari pertama penayangannya.

>>> Tim Tinju AS Borong 13 Medali di Copa America 2026

Pencapaian tersebut menempatkan Off Campus sebagai debut serial paling banyak ditonton ketiga di platform streaming itu.

Posisinya tepat di bawah serial Fallout dan The Lord of the Rings: The Rings of Power.

Serial ini bahkan melampaui tayangan populer lain seperti The Summer I Turned Pretty dan The Boys. Kisahnya berpusat pada romansa olahraga di Briar University, Boston.

Musim Kedua dan Perubahan Karakter

Prime Video telah memastikan bahwa Off Campus akan berlanjut ke musim kedua.

Namun, showrunner Louisa Levy mengonfirmasi bahwa salah satu karakter penting musim pertama, Justin Kohl yang diperankan Josh Heuston, tidak akan muncul di musim berikutnya.

Pernyataan itu disampaikan Levy saat diwawancarai TV Guide. Ia menjelaskan bahwa absennya Justin disebabkan oleh bentrok jadwal.

"Not next season, but I love Josh and I would not write him off if I can find a way to bring Justin back at some point," ujar Levy.

>>> Kemenkeu Usul Kuota 1.000 Mahasiswa Baru PKN STAN 2026

Ia menambahkan bahwa tim produksi belum memperkenalkan karakter Stella, pasangan akhir Justin di dalam buku.

"We never got a chance to meet Stella, who is the person he ends up with in the book.

So maybe we'll find a way to fold him into a future season," kata Levy.

Musim kedua diproyeksikan fokus pada hubungan Allie Hayes (Mika Abdalla) dan Dean Di Laurentis (Stephen Kalyn). Alur ini mengadaptasi buku ketiga berjudul The Score, bukan buku kedua.

Langkah merombak urutan materi sumber asli diambil demi menjaga momentum cerita dalam versi adaptasi televisi.

Levy menjelaskan bahwa akhir bahagia memang penting untuk genre novel romantis, tetapi kurang membantu dalam produksi televisi yang harus terus menggulirkan kisah baru.

>>> Magma Entertainment Rilis Film Badut Gendong, Perluasan Universe Qodrat

"Happily ever afters are wonderful and so important for this genre of novel, but they're not that helpful for television because we have to keep telling stories," ujar Levy.

Di sisi lain, cerita juga memunculkan dinamika baru lewat kedatangan Hunter Davenport (Charlie Evans) di akhir musim pertama.

Kehadirannya memicu kemarahan Dean.

Terkait perubahan alur Hunter dari versi buku, Levy memberikan penjelasan tambahan saat diwawancarai Variety.

"We needed to throw a wrench into Dean and Allie's arrangement to elongate their story," katanya.

Beberapa detail musim pertama juga menjadi sorotan penggemar, seperti alasan Hannah (Ella Bright) berada di ruang ganti. Hal itu dipicu oleh hilangnya beasiswa akibat pemotongan anggaran.

Kondisi keuangan tersebut menjadi motif Hannah menerima kesepakatan tutor dari Garrett Graham (Belmont Cameli).

>>> Presiden Prabowo Atur Pencairan Gaji ke-13 ASN Mulai Juni 2026

Latar belakang absennya orang tua Hannah saat Thanksgiving juga merujuk pada pemulihan finansial pasca-kasus hukum Aaron Delaney di Indiana.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru