Harga tembaga di London Metal Exchange (LME) bertahan di level tinggi pada Selasa, 26 Mei 2026.
Investor terus memantau perkembangan negosiasi kesepakatan akhir perang tiga bulan di Timur Tengah.
>>> KPK Periksa Tiga Pejabat Kemenhub Terkait Korupsi Jalur Kereta
Logam industri tersebut stabil di sekitar US$13.667 per ton.
Stabilitas ini terjadi setelah komoditas tembaga naik lebih dari 1 persen pada Jumat pekan lalu, sementara pasar LME tutup pada Senin karena hari libur nasional.
Optimisme Perdamaian dan Permintaan AI
Kenaikan harga tembaga bulan ini mendekati rekor tertinggi.
>>> Vidio Siarkan Eksklusif Singapore Open 2026, Ini Jadwal dan Wakil Indonesia
Hal ini dipicu oleh harapan perdamaian yang meredakan inflasi serta lonjakan kebutuhan pusat data untuk proyek kecerdasan buatan.
Proses negosiasi diplomatik yang melibatkan beberapa negara terus berjalan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan "berjalan dengan baik", merujuk pada negosiasi dengan Iran terkait kesepakatan sementara untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz.
Kepala militer Pakistan, Asim Munir, juga menyatakan hal positif. Ia mengatakan kesepakatan "hampir tercapai".
>>> Pelita Air Gandeng Sektor Lifestyle Dongkrak Ekosistem Bisnis Lokal
Optimisme pasar sempat terkendala setelah Komando Pusat AS mengumumkan serangan terhadap lokasi peluncuran rudal di Iran dan kapal yang diduga memasang ranjau.
Media pemerintah Iran, Nour News, melaporkan serangan di selatan Pulau Larak menewaskan beberapa personel Iran tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Pada pukul 12.58 siang waktu Shanghai, harga tembaga naik 1,12 persen menjadi US$13.667 per ton di LME.
>>> BTS Raih Artist of the Year di American Music Awards 2026
Kenaikan ini diikuti oleh komoditas logam lain: aluminium naik 0,34 persen menjadi US$3.650 per ton, nikel naik 0,99 persen ke US$18.913 per ton, dan seng naik 0,58 persen menjadi US$3.543 per ton.