Saham Grail (NASDAQ: GRAL) mengalami penurunan lebih dari 20% sepanjang 2026.
Hal ini wajar mengingat perusahaan tes deteksi dini kanker multi-jenis (MCED) ini gagal mencapai endpoint utama dalam uji coba tiga tahun yang penting.
>>> Dolar AS Melemah, Harapan Damai Selat Hormuz Tekan Harga Minyak
Investor langsung mengantisipasi kesulitan mendapatkan persetujuan FDA, apalagi cakupan asuransi untuk tes yang gagal dalam uji coba.
Meski demikian, masih ada argumen kuat untuk tetap berinvestasi di saham ini.
Uji Coba Galleri dan Dampaknya
Investasi Grail berpusat pada tes MCED bernama Galleri.
Tes ini menyelesaikan uji coba tiga tahun yang melibatkan 142.000 orang bersama National Health Service (NHS) Inggris.
>>> FT Vest Dividend Aristocrats ETF Tertinggal dari ProShares NOBL dalam 8 Tahun
Grail merilis hasil awal uji coba pada pertengahan Februari dan mengecewakan pasar karena gagal mencapai endpoint utama.
Endpoint tersebut adalah pengurangan signifikan secara statistik pada deteksi kanker Stadium III dan IV pada kelompok yang diuji dibandingkan kelompok kontrol.
Kanker stadium awal (Stadium I dan II) jauh lebih mudah dan murah diobati dibandingkan stadium lanjut (Stadium III dan IV).
Sayangnya, uji coba tidak menunjukkan hasil yang diharapkan.
Namun, CEO Bob Ragusa menyatakan kegembiraan atas pengurangan substansial diagnosis kanker Stadium IV serta metrik kinerja tes Galleri yang tetap kuat.
>>> Eid al-Adha: Latihan Tahunan Nilai-Nilai Luhur Menurut Cendekiawan Islam
Argumen untuk Membeli Saham Grail
Sekilas, prospek setelah hasil awal tampak suram. Namun, analisis lebih mendalam menunjukkan masih ada kasus kuat untuk saham ini.
Pertama, Grail terus mencatat pertumbuhan penjualan tes yang impresif, terutama secara out-of-pocket, dan semakin diminati oleh peresep dan mitra.
Kedua, manajemen berharap tindak lanjut enam hingga 12 bulan setelah uji coba akan menunjukkan efektivitas tes.
Ketiga, manajemen akan mempresentasikan data uji coba terperinci pada pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology (ASCO) akhir Mei/awal Juni.
>>> Hilton Capital Jual Saham ETF Goldman Sachs Senilai 25 Juta Dolar
Data ini akan memberikan informasi lebih mendalam bagi dokter, sistem kesehatan, dan penyedia asuransi jiwa.
