Innovative Industrial Properties (NYSE: IIPR), sebuah real estate investment trust (REIT) khusus ganja, menghadapi perubahan finansial di tengah meningkatnya gagal bayar penyewa.
Perusahaan ini memiliki 110 properti di 19 negara bagian AS yang disewakan kepada 38 penyewa berbeda. Sebagian besar aset diperoleh melalui transaksi sale-leaseback.
>>> Spacex IPO Filing Reveals Valuasi Besar di Tengah Risiko Finansial
Kinerja Keuangan Kuartal Pertama 2026
Pada kuartal pertama tahun ini, portofolio properti menghasilkan pendapatan sewa hampir $69 juta. Laba bersih yang dapat diatribusikan mencapai $30,2 juta atau $1,02 per saham.
Adjusted funds from operations (AFFO), metrik profitabilitas yang lebih akurat untuk REIT, mencapai $53,4 juta atau $1,88 per saham.
Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025, saat pendapatan sewa $71,7 juta, laba bersih $30,3 juta, dan AFFO $55,3 juta.
>>> SPDR Gold Shares vs iShares Gold Trust: Keunggulan Masing-masing bagi Investor
Dampak Gagal Bayar Penyewa
Perusahaan menghadapi serangkaian gagal bayar dari penyewa di sektor ganja yang volatil pada akhir 2024, awal 2025, dan Maret 2026.
IIPR mengambil tindakan hukum untuk memulihkan sewa yang belum dibayar.
>>> MGM Plus Tunda Rilis Episode 6 From Season 4 hingga 31 Mei 2026
Melalui pengadilan dan paket penyelesaian, perusahaan berhasil memulihkan hampir $5 juta selama kuartal pertama.
Selain itu, IIPR juga menarik $1,4 juta dari deposit jaminan dua penyewa yang gagal bayar.
Meskipun ada tekanan, IIPR tetap menjadi pemain kunci di sektor ganja AS dengan menyediakan modal melalui transaksi sale-leaseback.
>>> Netflix Ungkap Film Original 2026 Paling Banyak Ditonton
Model ini membantu perusahaan ganja yang sering kesulitan likuiditas.
