Emas telah menjadi alat tukar yang andal selama ribuan tahun. Meski uang kertas kini dominan, emas tetap diminati untuk diversifikasi portofolio dan penyimpanan kekayaan.
ETF seperti SPDR Gold Shares dan iShares Gold Trust hadir untuk memenuhi permintaan investor. Instrumen ini memudahkan investasi emas, meski ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.
>>> MGM Plus Tunda Rilis Episode 6 From Season 4 hingga 31 Mei 2026
Perbandingan SPDR Gold Shares dan iShares Gold Trust
Membeli emas batangan fisik dari toko koin atau langsung dari pemerintah AS masih menjadi cara tradisional.
Namun, pembeli jarang membayar harga spot karena adanya biaya transaksi, markup dealer, dan biaya produksi.
Menyimpan emas fisik juga menimbulkan tantangan logistik. Koleksi kecil mungkin mudah dikelola, tetapi koleksi besar membutuhkan tempat penyimpanan khusus.
>>> Netflix Ungkap Film Original 2026 Paling Banyak Ditonton
Investor sering mengandalkan brankas rumah atau safe deposit box bank. Metode ini menambah biaya dan tidak sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran pencurian.
SPDR Gold Shares dan iShares Gold Trust mengatasi masalah fisik ini dengan menyimpan emas asli dalam portofolio mereka.
Harga saham kedua ETF pun secara efektif mengikuti nilai pasar emas dari waktu ke waktu.
Hingga akhir tahun fiskal 2025, SPDR Gold Shares menyimpan lebih dari 32,5 juta ons emas.
>>> HolidayCars Rilis Daftar Kota Pesisir Terbaik Dekat London yang Bisa Dicapai dengan Kereta
Sementara itu, iShares Gold Trust melaporkan kepemilikan hampir 15,5 juta ons per 18 Mei.
Memiliki saham ETF berarti investor tidak memiliki emas fisik secara langsung. Hal ini membatasi penggunaan dalam skenario ekstrem seperti runtuhnya sistem perbankan.
Selain itu, pemegang saham tetap harus membayar biaya pengelolaan tahunan.
>>> Saham Rigetti Computing Melonjak Usai Raih Dana US$100 Juta dari Pemerintah AS
ETF emas seperti SPDR Gold Shares dan iShares Gold Trust menyederhanakan diversifikasi portofolio dengan menghilangkan tantangan penyimpanan fisik dan markup dealer.
