⌂ Beranda News NTL Truck Line Bangkrut, Beban Utang Capai Rp132 Miliar

NTL Truck Line Bangkrut, Beban Utang Capai Rp132 Miliar

NTL Truck Line Bangkrut, Beban Utang Capai Rp132 Miliar
Ilustrasi truk kontainer di California terkait kebangkrutan NTL Truck Line
A A Ukuran Teks16px

Resesi angkutan barang yang dimulai pada 2022 terus berdampak pada sektor transportasi hingga 2026. Meskipun tarif spot dan kontrak truk sempat naik pada April, tantangan industri masih berlanjut.

Korban terbaru adalah NTL Truck Line Inc., perusahaan truk asal California yang resmi menghentikan operasi logistiknya. Perusahaan tersebut mengajukan petisi likuidasi kebangkrutan Chapter 7 pada 24 April 2026.

>>> Anthony Burke: Arsitektur Berani Bisa Atasi Kesepian dan Ubah Konsep Rumah

Detail Kebangkrutan

Pemilik perusahaan, Kulwant Singh dan Sukhwinder Kaur, mengajukan dokumen likuidasi di Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Timur California.

Dokumen pengadilan mencatat aset lebih dari US$721.000 melawan liabilitas lebih dari US$8,1 juta.

Menurut situs Federal Motor Carrier Safety Administration SAFER, NTL Truck Line yang berbasis di Manteca mengelola 36 unit tenaga dan mempekerjakan 36 pengemudi.

Pemilik perusahaan belum dapat dimintai komentar terkait penutupan tersebut.

Langkah hukum ini menyusul putusan default yang melibatkan lebih dari US$483.000 plus bunga yang terutang kepada BMO Bank N.

A. untuk lima trailer komersial.

Kreditur telah diberi wewenang untuk menarik kembali peralatan karena tidak adanya pembayaran.

>>> Imbal Hasil Treasury AS Tembus 5,20%, Tertinggi Sejak 2007

Selain itu, para debitur juga berutang biaya hukum sebesar US$4.620 kepada pengacara penggugat per 28 Februari 2026.

Kreditur Utama

Petisi kebangkrutan menguraikan utang perusahaan yang besar kepada berbagai lembaga keuangan.

Selain BMO Bank, kreditur terbesar yang dijamin dan tidak dijamin termasuk Verdant Commercial Capital LLC yang terutang lebih dari US$1,6 juta.

Utang besar lainnya mencakup lebih dari US$913.000 kepada U. S.

Small Business Administration, US$780.000 kepada Crossroads Equipment Lease & Finance, dan lebih dari US$641.000 kepada Lee Financial Services.

Commercial Credit Group juga tercatat dengan klaim sebesar US$413.000.

Sengketa hukum awal dimulai ketika BMO Bank mengajukan keluhan resmi terhadap pemilik perusahaan truk pada 12 Desember 2025.

>>> Dakota Johnson Masuk Daftar 100 Tokoh Paling Berpengaruh Versi TIME

Gugatan diajukan setelah NTL Truck Line gagal melakukan angsuran pinjaman yang dijadwalkan pada 1 Mei 2025, sehingga bank menuntut percepatan pembayaran seluruh saldo pinjaman yang saat itu berjumlah lebih dari US$733.000.

Data dari Departemen Transportasi Freight & Analytics menunjukkan bahwa kenaikan tarif spot baru-baru ini tidak disebabkan oleh peningkatan permintaan kargo.

Sebaliknya, kenaikan biaya bahan bakar diesel mendorong penyesuaian harga.

Evaluasi pasar dari Heavy Duty Trucking mengungkapkan aktivitas pengiriman yang lebih lemah di berbagai sektor peralatan.

Indeks Volume Muatan Truk DAT menunjukkan penurunan berurutan di segmen van, berpendingin, dan flatbed meskipun tarif operasi lebih tinggi.

Secara spesifik, indeks volume muatan truk van turun 3% pada April dibandingkan Maret 2026.

Kapasitas kargo berpendingin mengalami penurunan 9% bulan ke bulan, sementara volume muatan flatbed turun 3% dari bulan sebelumnya.

>>> Canopy Growth: Alasan Investor Sebaiknya Menghindari Saham Ini

Namun, pertumbuhan tahunan kecil tercatat di semua sektor. Dibandingkan tahun sebelumnya, volume van naik 2%, transportasi berpendingin naik 1%, dan operasi flatbed naik 3%.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru