⌂ Beranda News Canopy Growth: Alasan Investor Sebaiknya Menghindari Saham Ini

Canopy Growth: Alasan Investor Sebaiknya Menghindari Saham Ini

Canopy Growth: Alasan Investor Sebaiknya Menghindari Saham Ini
Grafik saham Canopy Growth yang menurun
A A Ukuran Teks16px

Canopy Growth (NASDAQ: CGC) adalah salah satu perusahaan ganja yang dulunya menarik perhatian Wall Street. Namun, kenyataan tidak seindah ekspektasi.

Kini, perusahaan ini terus merugi selama bertahun-tahun dan sahamnya merosot hingga menjadi penny stock.

>>> Nvidia Cetak Rekor Pendapatan, Saham Justru Turun

Terbaru, Canopy Growth mengumumkan akan menyajikan kembali laporan keuangan dua tahun terakhir. Langkah ini tentu menimbulkan kekhawatiran investor mengenai pengendalian internal perusahaan.

Persaingan Ketat di Industri Ganja

Salah satu masalah utama sektor ganja adalah terlalu banyak pesaing yang masuk terlalu cepat. Hal ini menciptakan persaingan sengit di pasar yang masih muda dan berkembang.

Akibatnya, kinerja keuangan perusahaan seperti Canopy Growth menjadi lemah. Perusahaan lain seperti Tilray Brands, Cronos Group, dan Aurora Cannabis juga masih berjuang untuk meraih profitabilitas berkelanjutan.

Selain itu, penjualan ganja ilegal masih menjadi ancaman.

>>> Coinbase Integrasikan AI untuk Percepat Alur Kerja Kepatuhan

Penjual legal seperti Canopy Growth harus menanggung biaya regulasi dan pajak, sehingga harga mereka kalah bersaing dengan ganja ilegal.

Restatement Laporan Keuangan

Canopy Growth akan menyajikan kembali hasil keuangannya selama dua tahun terakhir. Hal ini dipicu oleh kesalahan akuntansi non-tunai yang bersifat teknis.

Menurut perusahaan, waran yang diterbitkan dengan harga pelaksanaan dalam dolar AS seharusnya diklasifikasikan sebagai liabilitas, bukan instrumen ekuitas.

>>> Saham Ondas Naik 944% dalam Setahun, Masih Layak Dibeli?

Kesalahan ini terjadi karena mata uang fungsional perusahaan adalah dolar Kanada.

Akibatnya, waran tersebut harus dicatat sebagai liabilitas dan diukur pada nilai wajar setiap tanggal pelaporan. Perubahan nilai wajar akan dicatat dalam laporan laba rugi.

Saham Canopy Growth sempat turun setelah pengumuman restatement, namun kemudian pulih. Investor mungkin melihat penjelasan perusahaan sebagai hal yang masuk akal.

Meski demikian, saham penny stock yang merugi dan memiliki masalah akuntansi tetap berisiko tinggi.

>>> Bebe Rexha Ungkap Daftar Lagu Paling Personal dalam Hidupnya

Hanya investor agresif yang mungkin tertarik pada sektor yang masih kompleks dan terus berubah ini.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru