Star Bulk Carriers melaporkan laba bersih kuartal pertama sebesar $58,5 juta di tengah kondisi pasar dry bulk yang positif.
Perusahaan pelayaran ini mencatat pendapatan armada total $212,5 juta selama kuartal tersebut.
>>> Spacex Ajukan IPO dengan Valuasi Rp 27.000 Triliun
Operasional kapal menghasilkan EBITDA yang disesuaikan sebesar $113 juta.
Kebijakan Dividen dan Pembelian Kembali Saham
Star Bulk melakukan pembelian kembali sekitar 1,9 juta saham senilai $37,9 juta.
Perusahaan juga mengumumkan dividen kuartalan sebesar $0,50 per saham yang akan dibayarkan pada 20 Juni 2026.
Kebijakan keuangan baru menetapkan bahwa seluruh arus kas bebas akan didistribusikan, dengan syarat setiap kapal mempertahankan saldo kas minimum $2,1 juta.
>>> Pinjaman Tanpa Agunan: Solusi Utang Tanpa Jaminan Aset
Pada akhir kuartal, Star Bulk memegang $432 juta dalam bentuk kas dan setara kas.
Utang yang beredar tercatat sekitar $874 juta, dengan kapasitas revolver yang belum ditarik sebesar $110 juta.
Operasional mencapai time charter equivalent rate $18.493 per kapal per hari.
Biaya operasional dan administrasi harian gabungan sebesar $6.420 per kapal.
>>> GMT Capital Acquires Major Stake in Marriott Vacations Worldwide
Christos Begleris, salah satu kepala keuangan, menyebutkan "kapasitas menghasilkan kas yang kuat".
Begleris mencatat bahwa perusahaan memiliki 29 kapal bebas utang yang bernilai hampir $700 juta, memberikan fleksibilitas operasional dan perlindungan terhadap penurunan pasar.
Ia juga menekankan "fleksibilitas keuangan yang substansial".
Sejak 2021, Star Bulk telah melakukan manuver keuangan strategis senilai total sekitar $3,1 miliar, termasuk dividen, pembelian kembali saham, dan pelunasan utang.
>>> Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Kemajuan Perundingan Damai AS-Iran
Langkah-langkah ini menghasilkan total pengembalian dividen sekitar $14 per saham dan mengurangi utang bersih perusahaan sebesar 63%.