Canva memberikan kompensasi minimal enam bulan gaji kepada karyawan yang harus meninggalkan perusahaan akibat restrukturisasi.
Selain itu, karyawan yang keluar diperbolehkan menyimpan MacBook kantor sebagai bagian dari paket dukungan.
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh salah satu pendiri sekaligus CEO Canva, Melanie Perkins, dalam pengumuman resmi perusahaan.
Kompensasi minimum tersebut berlaku tanpa membedakan lokasi karyawan dan sudah mencakup hak yang wajib dibayarkan sesuai ketentuan setempat.
Dukungan Pasca-Keluar
Canva juga menghapus ketentuan masa tunggu satu tahun untuk memperoleh hak atas saham atau vesting cliff bagi karyawan yang bergabung dalam setahun terakhir.
Bantuan berlanjut setelah karyawan keluar, seperti pendampingan karier individual, persiapan wawancara, bantuan meninjau riwayat hidup, dan langganan LinkedIn Premium selama setahun.
Karyawan dapat memilih masuk direktori alumni yang dibagikan kepada investor, mitra, dan jaringan industri untuk membantu memperoleh pekerjaan.
Perlindungan kesehatan dilanjutkan selama 12 bulan di negara tempat Canva menyediakan fasilitas tersebut.
Akses program bantuan karyawan Canva Care juga diperpanjang setahun, termasuk bagi keluarga.
Hibah untuk Merintis Usaha
Bagi karyawan yang ingin memulai usaha atau proyek komunitas, Canva menyediakan Canva Collective Fund dengan hibah USD10.000.
Perusahaan menyatakan tidak akan mengambil kepemilikan atau saham dari kegiatan yang dibangun penerima bantuan.
Karyawan yang keluar dalam restrukturisasi dapat mendaftarkan minat hingga 14 Desember, dan hibah ini merupakan bantuan yang dapat diajukan, bukan pembayaran otomatis.
Restrukturisasi Canva mencakup 1.271 orang atau 22 persen tenaga kerjanya, meliputi perubahan peran, relokasi, dan PHK.
Namun, pengumuman perusahaan tidak merinci berapa orang yang harus kehilangan pekerjaan.
