Miliarder teknologi Bill Gates mengeluarkan peringatan serius tentang potensi penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, AI bisa digunakan pihak jahat untuk menciptakan senjata biologis yang menyebabkan kerusakan jauh lebih dahsyat daripada Covid-19.
Peringatan itu disampaikan Gates dalam acara Financial Times AI Future Summit pada 4 November.
Pendiri Microsoft ini menilai kemampuan luar biasa model AI membuat potensi manfaat dan kerugiannya sama-sama besar.
Ancaman Senjata Biologis dan Keamanan Siber
Gates menyoroti bahaya langsung bahwa aktor jahat dapat memanfaatkan AI untuk membuat senjata biologis atau mengeksploitasi kerentanan keamanan siber di seluruh masyarakat.
Ia mencatat beberapa model terbuka memungkinkan akses bebas yang melewati langkah perlindungan dan pemantauan.
Gates memperingatkan kerusakan akibat insiden biosekuriti yang dipicu AI bisa jauh lebih buruk daripada Covid.
Ia juga mengeluhkan upaya internasional untuk mengatur dan memantau aktivitas serta dampak AI terhambat oleh kurangnya tindakan dari Gedung Putih.
Menurutnya, proses tindakan akan memiliki sedikit nilai jika AS tidak terlibat.
"Jadi kita berada dalam kebuntuan. Satu-satunya pertanyaan adalah berapa banyak lagi kejadian buruk yang dibutuhkan sebelum mereka mengubah pendirian mereka," katanya.
Bill Gates telah berulang kali mengeluarkan peringatan keras tentang perkembangan AI yang berpotensi disalahgunakan atau lepas kendali.
Bulan lalu, ia memperingatkan penjahat siber dapat menggunakan model AI canggih untuk mengganggu sistem keuangan dan memeras bisnis.
Pada September, dalam wawancara dengan NBC News, ia mengatakan AI dapat memiliki konsekuensi menghancurkan jika jatuh ke tangan yang salah, dan menyerukan pengawasan pemerintah yang lebih ketat.
"AI tentu saja cukup kuat untuk menyebabkan peristiwa yang mengakibatkan satu miliar kematian.
Sulit untuk memusnahkan 100% umat manusia, tetapi belum pernah ada 'senjata' sekuat kombinasi individu yang berniat jahat dengan alat kecerdasan buatan terbaru," ujarnya.

