Instagram dikabarkan menyiapkan dana hingga USD500.000 (sekitar Rp8,95 miliar) bagi kreator yang bersedia mengunggah video panjang di fitur baru bernama Features.
Tawaran ini bervariasi, mulai dari USD50.000 (sekitar Rp895 juta) hingga kontrak enam digit dolar AS untuk sejumlah nama besar.
Features sendiri baru diumumkan pekan lalu dan memungkinkan pengguna mengunggah video berdurasi hingga 90 menit.
Skema pembayaran yang ditawarkan berupa dana sekali cair, bukan bagi hasil seperti yang diterapkan YouTube.
Strategi Instagram dan Tantangan YouTube
Langkah ini bukan yang pertama bagi Instagram. Sebelumnya, IGTV pernah gagal menjadi pesaing YouTube.
Juru bicara Meta tidak membenarkan maupun membantah angka tersebut. Ia hanya menyatakan perusahaan mendanai konten Features secara langsung bersama sejumlah kreator.
Bos Instagram Adam Mosseri mengakui faktor ekonomi sangat menentukan. Ia menulis di Threads bahwa timnya sedang menjajaki sejumlah opsi agar kreator video panjang dapat dibayar.
Pertanyaannya, apakah uang di muka mampu mengalahkan sistem bagi hasil YouTube yang sudah mapan?

