Keluarga seorang wanita di Amerika Serikat menggugat OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman, ke pengadilan pada Selasa.
Gugatan diajukan setelah Bowen Wan (31 tahun) meninggal di apartemennya di Seattle pada Februari lalu.
Menurut laporan The New York Times, keluarga menuding ChatGPT memberikan saran berbahaya terkait pengurangan dosis obat epilepsi tanpa pengawasan medis.
Kronologi Saran ChatGPT
Wan, mantan insinyur perangkat lunak Amazon, mengidap epilepsi lebih dari satu dekade dan bergantung pada pengobatan untuk mengendalikan kejang.
Ia kehilangan pekerjaan di Amazon pada November 2025 dan perlu mencari kerja baru agar tetap bisa tinggal di AS.
Karena khawatir efek samping obat mengganggu kemampuan berpikir dan berbicara, Wan meminta saran ChatGPT soal penyesuaian dosis.
Dokumen pengadilan menyebut pada Januari ia bertanya tentang pengurangan dosis dari 400 miligram menjadi 300 miligram per hari, lalu menjadi 200 miligram.
Chatbot itu dilaporkan sempat menyarankan konsultasi dengan dokter, namun diduga kemudian mendorong Wan melanjutkan pengurangan dosis secara mandiri.
Kematian Wan menjadi sorotan baru atas tanggung jawab platform kecerdasan buatan ketika memberi informasi medis.
