Sebuah studi yang didanai NASA menunjukkan bahwa Bumi berputar lebih lambat dari sebelumnya, sehingga panjang hari meningkat.
Perubahan ini sangat kecil dan tidak dapat dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian tersebut menganalisis data lebih dari 120 tahun untuk melihat pengaruh gletser, lapisan es, air tanah, dan permukaan laut terhadap rotasi planet.
Penyebab dan Dampak Perlambatan
Hasil studi menemukan bahwa antara tahun 2000 dan 2018, perubahan terkait es dan air tanah membuat panjang hari bertambah dengan laju 1,33 milidetik per abad.
Laju ini tercatat sebagai yang tercepat dalam satu abad terakhir.
Bumi bukanlah bola kaku yang tidak berubah; massanya terus bergeser akibat proses alami, termasuk sirkulasi air dan perubahan iklim.
Ketika distribusi massa berubah, kecepatan rotasi dan posisi sumbu Bumi juga terpengaruh.
Salah satu penyebab utamanya adalah lapisan es dan gletser yang mencair lebih cepat daripada akumulasi salju.
Air dari es daratan mengalir ke lautan dan mengubah distribusi massa di seluruh planet.
Selain itu, eksploitasi air tanah yang berlebihan melebihi kapasitas pengisian alaminya turut mengubah keseimbangan massa.
Selama 120 tahun terakhir, sumbu rotasi Bumi telah bergeser sekitar 10 meter.
