Biaya hidup yang semakin tinggi di Prancis memicu gelombang demonstrasi dan penjarahan di sejumlah kota.
Apple Store di Paris menjadi salah satu korban, bersama butik mewah, toko elektronik, supermarket, hingga toko roti.
Aksi penjarahan dilaporkan terjadi di Paris, Marseille, Lille, dan Nice.
Sejumlah toko dibobol dan barang dagangannya dijarah, sementara fasilitas umum serta bangunan komersial turut mengalami kerusakan.
Kerusakan di Place de la République
Di Paris, tepatnya di sekitar Place de la République, kaca depan sebuah toko produk perawatan kulit pecah.
Para penjarah melemparkan produk kecantikan ke arah puluhan orang yang berkumpul di luar toko.
Monumen utama di Place de la République dipenuhi grafiti, sedangkan sejumlah batu paving di bagian dasarnya tercabut.
Sebuah bar bernama La Barrique juga terbakar.
Di sekitar lokasi yang sama, sekelompok pemuda membobol supermarket dan mengambil botol minuman beralkohol serta kaleng minuman.
Barang-barang tersebut kemudian dilemparkan ke arah petugas kepolisian, menurut laporan seorang reporter di lokasi.
Di Marseille, kota terbesar kedua di Prancis, puluhan toko dirusak oleh para pengunjuk rasa.
Sasaran mereka mencakup butik mewah Hermès serta toko yang menjual perhiasan, pakaian, kosmetik, peralatan rumah tangga, dan roti.
