⌂ Home News NASA Temukan Kawah Tumbukan Raksasa di Bulan, Terbesar di Tata Surya
News

NASA Temukan Kawah Tumbukan Raksasa di Bulan, Terbesar di Tata Surya

Ilustrasi kawah tumbukan raksasa di permukaan Bulan yang ditemukan NASA
NASA Temukan Kawah Tumbukan Raksasa di Bulan, Terbesar di Tata Surya Pexels
A A Text Size16px

Para ilmuwan menemukan kawah tumbukan raksasa di Bulan yang terbentuk dari tabrakan dahsyat sekitar dua tahun lalu.

Kawah tersebut memiliki dinding curam, lebar sekitar 222 meter, dan kedalaman hingga 43 meter.

Saat ini, kawah itu menjadi kawah tumbukan baru terbesar yang diketahui di Tata Surya.

Penemuan ini memberi kesempatan unik bagi para ilmuwan untuk mempelajari bagaimana tabrakan kosmik mengubah permukaan Bulan.

Peristiwa ini awalnya sama sekali tidak terdeteksi saat terjadi.

Para peneliti memperkirakan peristiwa sebesar ini hanya terjadi sekitar sekali setiap 132 tahun.

Karena itu, penemuan ini dianggap sebagai harta karun ilmiah ketika NASA sedang mempersiapkan rencana mengembalikan manusia ke Bulan dan membangun fasilitas operasional permanen di sana.

Tim peneliti menyebut pengamatan ini memiliki probabilitas kejadian yang sangat rendah, secara statistik hampir merupakan peristiwa sekali seumur hidup.

Pernyataan itu tertulis dalam salah satu dari dua makalah yang diterbitkan pada 16 September di jurnal Science Advances.

Terekam LRO pada Mei 2024

Kawah tumbukan baru ini terletak di sisi dekat Bulan, yaitu sisi yang selalu menghadap Bumi.

Wahana Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA merekamnya pada Mei 2024, tak lama setelah sepotong puing dari asteroid atau komet menabrak permukaan Bulan.

Yang mengejutkan, dampak dahsyat ini tidak terdeteksi secara langsung oleh teleskop di Bumi dan di luar angkasa.

Sebuah peristiwa yang cukup kuat untuk menciptakan kawah dengan lebar lebih dari 200 meter terjadi tanpa sistem pengamatan saat ini mampu mendeteksinya.

Hal ini sebagian disebabkan oleh jumlah data yang sangat besar yang dikumpulkan oleh LRO.

Gambar sudut lebar yang diambil wahana antariksa tersebut telah disimpan dalam basis data untuk waktu yang lama dan baru dikenali oleh para ilmuwan pada Agustus 2025.

LRO kemudian melanjutkan pengumpulan citra dengan resolusi lebih tinggi pada musim gugur lalu.

Konfirmasi resmi penemuan tersebut diselesaikan awal tahun ini.

Kawah tumbukan tersebut dinamai menurut nama Thomas McGetchin, mendiang direktur Lunar and Planetary Institute di Houston.

About the Author
📰 Latest Updates