Patah tulang panggul akibat osteoporosis pada lanjut usia (lansia) meningkatkan risiko kematian. Hal ini diungkap oleh dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, dr. Wijaya Johanes Chendra.
Osteoporosis adalah kondisi penurunan kepadatan dan kualitas tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Penyakit ini sering berkembang tanpa gejala jelas hingga terjadi patah tulang.
Secara global, lebih dari 500 juta orang hidup dengan osteoporosis.
Sekitar 1 dari 3 perempuan dan 1 dari 5 laki-laki berusia di atas 50 tahun akan mengalami fraktur fragilitas.
Di Indonesia, pertambahan penduduk lansia meningkatkan beban osteoporosis. Angka osteoporosis diproyeksikan meningkat hingga 135% pada 2050.
Deteksi Dini dan Penanganan Tepat
Seiring meningkatnya risiko osteoporosis, deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi semakin penting. Hal ini untuk mencegah patah tulang serta dampaknya terhadap kualitas hidup.
Dalam momentum Hari Osteoporosis Sedunia yang diperingati setiap 20 Oktober, Siloam Hospitals TB Simatupang mengajak masyarakat lebih memperhatikan kesehatan tulang.
Caranya melalui evaluasi faktor risiko, pemeriksaan medis sesuai indikasi, serta konsultasi dengan dokter spesialis.
Siloam Hospitals TB Simatupang didukung layanan ortopedi dan traumatologi, kedokteran olahraga, serta fasilitas diagnostik. Pendekatan multidisiplin dikedepankan untuk membantu pasien mendapatkan penanganan sesuai kondisi dan kebutuhan medisnya.
