Pihak berwenang Prancis dan Amerika Serikat membongkar platform daring yang menjual konten sensitif milik lebih dari 17.000 wanita dan gadis.
Konten tersebut dicuri dari berbagai media sosial.
Operasi gabungan kedua negara itu mengungkap sejumlah situs web yang terkait dengan platform penjualan konten pribadi tersebut. Dua tersangka yang diduga menjalankan operasi itu pun ditangkap.
Dua Tersangka Ditangkap di Prancis Utara
Kantor kejaksaan Paris menyatakan pihak berwenang menangkap dua orang berusia 21 dan 25 tahun di Prancis utara pada 6 Oktober.
Kedua bersaudara itu diduga sebagai administrator utama platform tersebut.
Platform itu menjual paket gambar dan video ribuan wanita dan gadis yang dicuri dari berbagai sumber. Sumbernya termasuk akun Facebook, Instagram, TikTok, dan Snapchat.
Menurut kantor kejaksaan, lebih dari 17.000 wanita dari berbagai negara, termasuk anak-anak, menjadi korban. Konten dijual dalam album-album tertentu.
Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Timur Virginia menyebut salah satu album diiklankan berisi 6.200 foto telanjang pribadi.
Sebagian besar korban adalah remaja atau orang dewasa Amerika yang diambil dari akun yang diretas, termasuk materi pelecehan seksual anak.
Platform tersebut juga mendorong pengguna mengunggah foto korban beserta informasi identitas kehidupan nyata. Informasi itu meliputi nama asli, usia, lokasi, dan pekerjaan, dengan imbalan mata uang kripto.
Para penyelidik Prancis menyita aset digital, termasuk bitcoin senilai lebih dari 700.000 euro.
