CEO OpenAI Sam Altman meminta dunia bersiap menerima sisi gelap kecerdasan buatan (AI). Peretasan, penipuan, dan penyalahgunaan disebutnya sebagai harga yang layak dibayar demi manfaat teknologi.
Pernyataan itu disampaikan Altman dalam wawancara dengan Politico, seperti dilaporkan Newsweek, Senin (5/10/2026).
Saat ditanya soal perbedaan sikap OpenAI dan pesaingnya, Anthropic, dalam urusan regulasi AI, Altman menyebut jaraknya lebar.
"Dunia sebaiknya menerima sejumlah hal buruk terjadi demi manfaat teknologi ini dan agar orang memiliki keleluasaan," kata Altman.
Ia menolak membatasi akses terhadap AI canggih demi menghapus semua risiko.
"Saya tidak akan mengambil kompromi dengan berkata, 'Kami pastikan tidak ada peretasan besar, tidak ada penyalahgunaan, nol penipuan, nol hal buruk lainnya'," ujarnya.
Menurut dia, manusia akan berbuat kebaikan dengan AI berlipat-lipat kali lebih banyak daripada keburukannya.
Sikap ini menyimpan paradoks.
Altman memaklumi kerugian yang ia anggap wajar, tetapi menolak risiko katastrofik, termasuk hilangnya kendali manusia atas sistem AI.
