⌂ Home News Meteor Meledak di Langit Amerika Serikat Setara 300 Ton TNT
News

Meteor Meledak di Langit Amerika Serikat Setara 300 Ton TNT

Meteor meledak di langit New England, Amerika Serikat
Meteor meledak di langit New England, Amerika Serikat
A A Text Size16px

Sebuah meteor berukuran sekitar satu meter meledak di atas wilayah New England, Amerika Serikat, pada Sabtu (30/5/2026) pukul 14.06 waktu setempat.

Ledakan ini memicu gelombang kejut udara yang kuat hingga menggetarkan bangunan di sejumlah negara bagian.

NASA mengonfirmasi bahwa objek tersebut bergerak dengan kecepatan ekstrem mencapai 120.700 kilometer per jam.

Batuan alami itu hancur dan pecah pada ketinggian sekitar 60 kilometer di atas permukaan Bumi.

Energi yang dilepaskan diperkirakan setara dengan 300 ton bahan peledak TNT. Suara dentuman sonik ganda terdengar jelas di berbagai daerah, mulai dari Boston, Providence, hingga Rhode Island.

U. S.

Geological Survey (USGS) menerima banyak laporan guncangan dari masyarakat.

Namun, juru bicara USGS Steve Sobie menegaskan bahwa seismograf tidak mencatat aktivitas tektonik, sehingga getaran murni dari gelombang kejut udara.

American Meteor Society (AMS) mencatat puluhan laporan visual dari Delaware hingga Montreal, Kanada. Warga melaporkan penampakan bola api terang di siang bolong yang menyerupai bintang jatuh.

"Itu jelas lebih besar daripada bola api biasa, ukurannya sekitar 0,9 meter," kata Lunsford, pemantau program AMS.

Para ahli menilai serpihan meteor kemungkinan besar tidak sampai menghantam daratan. Sebagian besar material habis terbakar akibat gesekan atmosfer yang tinggi.

"Kami memerlukan lebih banyak informasi untuk mengetahui secara pasti apakah meteor itu mencapai permukaan tanah. Namun, kemungkinan besar jatuh ke laut," ujarnya.

Analisis lanjutan menunjukkan sebagian besar meteoroid kecil hancur sebelum menyentuh tanah. Hal ini meminimalkan potensi dampak kerusakan langsung di area pemukiman.

Otoritas penerbangan dan antariksa memastikan insiden ini murni peristiwa alamiah.

"Ini adalah objek alami, bukan puing satelit atau benda buatan manusia yang jatuh kembali ke Bumi," tegas Dooner, Wakil Kepala NASA.

Peristiwa ini menjadi pengingat potensi ancaman objek antariksa.

Kasus serupa yang lebih besar pernah terjadi di Chelyabinsk, Rusia, pada 2013 dan mencederai ribuan orang akibat gelombang kejut.

About the Author
📰 Latest Updates