Teknologi penanganan jenazah terus berkembang seiring kemajuan zaman. Salah satu inovasi yang muncul adalah kremasi elektrik, metode yang tidak lagi mengandalkan nyala api.
Teknologi ini dikenal dengan nama resomation dan diperkenalkan oleh Crematech, produsen tungku kremasi asal Belanda.
Kremasi elektrik disebut menawarkan proses yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan aman dibandingkan metode konvensional.
Cara Kerja Kremasi Elektrik
Berbeda dari kremasi tradisional yang memakai nyala api bersuhu tinggi, metode ini memanfaatkan kombinasi air, panas, dan larutan alkali.
Kombinasi tersebut mempercepat proses penguraian alami tubuh jenazah.
Menurut situs web resmi Crematech, jenazah ditempatkan di dalam wadah baja tahan karat yang berisi air dan zat alkali.
Wadah itu kemudian dipaparkan pada tingkat panas dan tekanan tertentu selama proses berlangsung.
Hasil akhirnya berupa cairan steril dan sisa mineral putih halus.
Sisa mineral tersebut dapat dikembalikan kepada keluarga untuk disimpan atau disebar sesuai keinginan mereka.
Menurut Crematech, salah satu faktor utama yang mendorong minat terhadap teknologi ini adalah dampaknya yang lebih rendah terhadap lingkungan.

