Tim peneliti dari Universitas Kyoto, Jepang, memperkenalkan Buddharoid, sebuah robot biksu berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk menyampaikan ajaran Buddha.
Robot ini menjadi sorotan karena menggabungkan teknologi robotik dengan praktik keagamaan.
Buddharoid dikembangkan dalam proyek yang dipimpin Profesor Seiji Kumagai dari Institute for the Future of Human Society.
Peluncurannya disebut menandai langkah maju dalam integrasi AI dengan praktik keagamaan.
Dilatih dengan Kitab Suci Buddha
Menurut Eurasia Review, robot tersebut dilatih menggunakan kumpulan teks dan kitab suci Buddha yang telah berusia berabad-abad.
Buddharoid juga mengenakan jubah yang menyerupai pakaian biksu untuk menciptakan dampak psikologis yang lebih nyata.
Robot humanoid ini mampu berjalan perlahan, membungkuk dengan hormat, dan merapatkan kedua telapak tangan dalam posisi berdoa atau gassho.
Kehadirannya dipandang sebagai solusi potensial karena Jepang dilaporkan menghadapi kekurangan biksu yang kritis serta populasi yang menua.
Beberapa bulan setelah Jepang, Korea Selatan memperkenalkan Gabi, yang diyakini sebagai robot pertama dari jenisnya di negara tersebut.
Penggunaan teknologi untuk menyebarkan ajaran agama bukan hal baru karena Tiongkok telah memperkenalkan robot biksu berbasis AI bernama Xian'er pada tahun 2016.
