⌂ Beranda News Gus Lilur Dukung Nasaruddin Umar Jadi Ketua Umum PBNU

Gus Lilur Dukung Nasaruddin Umar Jadi Ketua Umum PBNU

Gus Lilur Dukung Nasaruddin Umar Jadi Ketua Umum PBNU
Gus Lilur mendukung Nasaruddin Umar sebagai Ketua Umum PBNU
A A Ukuran Teks16px

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menyatakan dukungannya kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dukungan ini menguat menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

>>> IFG Life Dorong Orang Tua Kelola Empty Nest Syndrome dengan Asuransi

Gus Lilur juga mendorong KH Said Aqil Siradj untuk mengisi posisi Rais Aam PBNU.

Nasaruddin Umar saat ini menjabat Menteri Agama di kabinet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Said Aqil Siradj merupakan ulama senior lulusan Universitas Ummul Qura, Makkah.

"Keduanya profesor asli, ulama tulen, cendekia sejati yang bisa mengharumkan NU di panggung global.

NU ini kaya tokoh, jangan sampai yang tampil justru yang itu-itu saja karena faktor politik," ujar Gus Lilur.

Ia juga mengkritik figur-figur yang dinilainya memanfaatkan simbol kesantrian tanpa kedalaman ilmu demi mengejar karier politik.

Menurut kiai kampung asal Situbondo tersebut, muktamar kali ini menjadi momentum pemurnian organisasi, bukan sekadar suksesi rutin kepemimpinan.

>>> Ahmad Sahroni Minta Polisi Perketat Pengamanan Cegah Tawuran di Jakarta Utara

"Ini bukan soal hari ini saja. Ini soal masa depan NU dan umat.

Kita mau kembali ke jalan ulama, atau terus terseret arus kekuasaan, itu yang sedang dipertaruhkan," tandas Gus Lilur.

Ia menambahkan bahwa di tengah gejolak geopolitik global dan kerentanan kohesi sosial dalam negeri, PBNU yang memiliki lebih dari seratus juta warga memikul tanggung jawab moral besar bagi keutuhan bangsa Indonesia.

"NU adalah bagian dari pendiri republik ini. Maka setiap keputusan besar NU harus selalu ditanyakan, apa artinya bagi keutuhan bangsa?"

jelas Gus Lilur.

>>> Kementan Larang Penggunaan Paracetamol untuk Menyuburkan Tanaman Cabai

Gus Lilur menyamakan semangat Muktamar ke-35 dengan peristiwa Piagam Jakarta pada 18 Agustus 1945.

Saat itu, para pemimpin Islam merelakan tujuh kata demi mencegah disintegrasi negara yang baru merdeka.

"Semangat Piagam Jakarta itu adalah cara berpikir seorang pemimpin Islam: memilih kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan diri dan golongannya.

Semangat itulah yang harus hadir di bilik pemilihan muktamar," ujar Gus Lilur.

Sebagai bentuk konkret dari semangat kenegaraan tersebut, ia menegaskan bahwa figur pemimpin PBNU yang terpilih nantinya harus mendukung keberlanjutan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama dua periode.

"Kita sudah melihat jejaknya: polarisasi antara yang disebut cebong dan kampret, serta rivalitas antara TNI dan Polri. Prabowo dan Gibran menyatukan itu semua.

>>> Adnoc Instruksikan Pelanggan Lanjutkan Pemuatan Minyak di Teluk Persia

Demi persatuan bangsa, pemimpin NU pun harus seseorang yang mendukung keberlanjutan itu," pungkas Gus Lilur.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru