⌂ Beranda News PBNU: Idul Adha Momentum Resapi Ketaatan dan Pengorbanan

PBNU: Idul Adha Momentum Resapi Ketaatan dan Pengorbanan

PBNU: Idul Adha Momentum Resapi Ketaatan dan Pengorbanan
Suasana khotbah Idul Adha di Masjid An-Nahdhah PBNU Jakarta
A A Ukuran Teks16px

Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) K.

H. Mahbub Maafi mengingatkan masyarakat bahwa Hari Raya Idul Adha menjadi momentum penting untuk meresapi makna mendalam dari ketaatan serta pengorbanan.

>>> Kemkomdigi Siapkan Mitigasi Internet di Sangihe dan Sitaro Selama Restorasi Kabel Laut

Pesan tersebut disampaikan saat beliau memimpin khotbah shalat Idul Adha di Masjid An-Nahdhah, Gedung Kantor Pusat PBNU, Jakarta, pada Rabu (27/5/2026).

Makna Kurban Bukan Sekadar Ritual

Kiai Mahbub menjelaskan bahwa ibadah kurban pada hakikatnya bukan sekadar ritual penyembelihan hewan secara fisik.

Ibadah ini merupakan bentuk ujian kepatuhan dan penyerahan diri secara menyeluruh kepada Allah Swt.

Peristiwa tersebut berakar dari ketabahan serta keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menjalankan perintah pencipta.

"Ketika kita berkurban, daging dan darah hewan kurban itu tidak sampai kepada Allah Swt. , yang sampai adalah ketaatan dari kita," kata K.

>>> Cara Cek PIP Kemendikdasmen 2026 Lewat HP Secara Online

H. Mahbub Maafi.

Implementasi makna filosofis kurban harus mampu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Langkah nyata ini penting untuk memupuk kepedulian sosial yang tinggi.

"Semangat berkorban ini bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Misalnya, kita mengorbankan tenaga kita untuk membantu orang yang susah, mengorbankan harta kita untuk menolong orang-orang yang kelaparan," imbuh K.

H. Mahbub Maafi.

>>> China Eksekusi Mati Pembunuh Miliarder Game Lin Qi

Pesan untuk Pejabat dan Tokoh Publik

Sorotan khusus diarahkan kepada para pejabat serta tokoh publik yang memegang komitmen untuk mendedikasikan diri dalam melayani kepentingan umat.

Pengorbanan bagi para pelayan publik tidak hanya berupa materi dan tenaga, tetapi juga kesiapan mental dan kebesaran hati untuk menerima kritikan.

"Barang siapa yang berkomitmen untuk berkhidmat kepada umat, untuk berkhidmat kepada publik; maka dia harus merelakan sebagian kehormatannya, karena cepat atau lambat dia pasti akan dicela," kata K.

H. Mahbub Maafi mengutip pernyataan cendekiawan Islam dari Andalusia, Ibnu Hazm.

Melalui momentum Idul Adha, jamaah diajak untuk mempererat tali silaturahim sekaligus meningkatkan kualitas amal ibadah.

>>> Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini: Kunci Asmara dan Finansial Hari Ini

Pemerintah telah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada 27 Mei 2026.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru