⌂ Beranda News Rismon Sianipar Serahkan Buku Otentikasi Ijazah kepada Jokowi

Rismon Sianipar Serahkan Buku Otentikasi Ijazah kepada Jokowi

Rismon Sianipar Serahkan Buku Otentikasi Ijazah kepada Jokowi
Rismon Sianipar menyerahkan buku Otentikasi Ijazah Jokowi kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo
A A Ukuran Teks16px

Ahli forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar mendatangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo pada Rabu (17/6/2026).

Kedatangannya untuk menyerahkan buku baru berjudul "Otentikasi Ijazah Jokowi".

>>> Portugal vs RD Kongo di Laga Pembuka Grup K Piala Dunia 2026

Rismon hadir sekitar pukul 09.44 WIB didampingi kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, dan Ketua Relawan Militan Gibran Nusantara, Andi Azwan.

Penyerahan buku setebal 800 halaman itu menandai perubahan sikap Rismon yang sebelumnya mempertanyakan keaslian ijazah Universitas Gadjah Mada milik Jokowi.

Rismon mengakui buku tersebut sebagai bentuk permohonan maaf serta pertanggungjawaban moral dan ilmiah kepada publik dan komunitas akademik.

"Sebagai rasa berterima kasih saya pada kebesaran hati Pak Jokowi, bahwa saya selama ini big mistake. Dan saya memperbaikinya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah," ujar Rismon kepada awak media.

Naskah buku tersebut kini dalam proses penerbitan dan akan didaftarkan ISBN untuk didistribusikan ke berbagai perpustakaan perguruan tinggi.

Rismon menegaskan bahwa kajian terbarunya telah melalui proses ketat dan murni bersandar pada pendekatan sains.

"Buku ini saya susun sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah kepada publik dan komunitas akademik," kata Rismon.

>>> Sukuk sebagai Alternatif Pendanaan Perusahaan Konvensional

Dalam menyusun buku, Rismon menggunakan teknologi pencocokan citra digital berbasis neural networks dan machine learning.

Salah satu metode yang digunakan adalah Acface untuk membandingkan foto masa muda Jokowi pada dokumen ijazah dengan foto saat menjabat sebagai presiden.

"Kajian ini semata-mata karya yang tunduk pada kaidah ilmiah, bukan pada afiliasi politik, kebencian, ketidaksukaan, maupun kesukaan terhadap seseorang," ujar Rismon yang telah pecah kongsi dengan Roy Suryo dan dokter Tifa.

Rismon menambahkan bahwa penggunaan teknologi kecerdasan buatan penting agar perdebatan di ruang publik tidak lagi didasarkan pada penilaian subjektif seperti perubahan gaya rambut atau penggunaan kacamata.

Hasil analisis menunjukkan tingkat kemiripan atau cosine similarity berada pada rentang realistis secara sains, yaitu antara 35 hingga 60 persen untuk rentang waktu puluhan tahun.

"Saya ingin buku ini menjadi objek kajian di lingkungan akademik, bukan menjadi bahan perdebatan tanpa dasar di media sosial," katanya.

>>> Kenali 10 Tanda HP Harus Diganti demi Kelancaran Aktivitas

Selain menganalisis dokumen Jokowi, Rismon juga menerapkan metode pencocokan wajah pada sejumlah tokoh nasional lain sebagai bahan pembanding.

Tokoh yang dikaji antara lain Presiden Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono, Luhut Binsar Pandjaitan, Anies Baswedan, dan Megawati Soekarnoputri.

Langkah Rismon menerbitkan buku ini berbanding terbalik dengan aktivitasnya di masa lalu bersama Roy Suryo dan dr. Tifauzia.

Ketiganya sempat meluncurkan buku berjudul "JOKOWI'S WHITE PAPER" setebal 700 halaman di University Club Hotel UGM pada Senin (18/8/2025) yang menyimpulkan bahwa skripsi Jokowi palsu.

Rentetan perdebatan itu dinilai Rismon harus segera disudahi melalui jalur akademik yang objektif.

Penilaian digital forensic yang ia tuangkan dalam buku terbarunya diharapkan menjadi titik akhir dari polemik tersebut.

Sebelum buku terbarunya rampung, Rismon sempat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.

>>> Merdeka Gold Lepas 896 Juta Saham di Bursa Hong Kong dengan Diskon 14%

Pada 12 Maret 2026, Rismon bertemu langsung dengan Jokowi untuk berdamai, yang kemudian ditindaklanjuti dengan mekanisme restorative justice hingga terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru