⌂ Beranda News Kementerian ESDM Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Bakal Turun

Kementerian ESDM Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Bakal Turun

Kementerian ESDM Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Bakal Turun
Ilustrasi harga BBM nonsubsidi turun
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Pertamax, berpotensi turun pada Rabu (17/6/2026).

Langkah ini menyusul merosotnya harga minyak mentah dunia setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

>>> Xiaomi 17T Pro vs iPhone 17: Spesifikasi Hardware Agresif Jadi Andalan

Penyebab Penurunan Harga Minyak

Penurunan harga minyak global dipicu oleh pembukaan kembali Selat Hormuz. Hal ini membuka jalan bagi Iran untuk menyalurkan kembali pasokan minyaknya ke pasar internasional.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan bahwa pergerakan harga BBM nonsubsidi di dalam negeri akan selalu mengikuti harga keekonomian global.

"Apakah harganya bisa turun? Pasti.

Ketika harga minyak dunia turun sudah dipastikan harga BBM non subsidi akan turun," ujar Anggia di Gedung Bakom, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).

"Begitu juga sebaliknya ketika harga minyak dunia naik, mau tidak mau tidak terhindarkan dia akan sesuaikan harga keekonomiannya," tambahnya.

Kondisi pasar yang dinamis ini dinilai sangat krusial untuk menjaga stabilitas pasokan bahan bakar di dalam negeri secara jangka panjang.

>>> Ramalan Zodiak Cinta: Tips Menjaga Hubungan Harmonis dan Menyenangkan

"Kalau tidak ini akan mempengaruhi keberlanjutan pengadaan energi nasional," tegas Anggia.

Data Harga Minyak Dunia

Berdasarkan data Reuters, harga minyak mentah dunia anjlok sekitar 5% pada perdagangan Selasa hingga menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir.

Minyak mentah Brent merosot US$ 4,21 atau 5,1% ke level US$ 78,96 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS jatuh US$ 4,70 atau 5,8% menjadi US$ 76,05 per barel.

Penurunan ini mencatatkan nilai terendah bagi Brent sejak 2 Maret dan WTI sejak 4 Maret.

>>> Apple Siapkan Desain iPhone 18 Pro Baru Lewat Integrasi Siri AI

Sebelumnya, harga sempat melonjak saat konflik pecah pada 28 Februari dengan posisi Brent US$ 72,48 dan WTI US$ 67,02 per barel.

Upaya Pemerintah Sebelumnya

Anggia memaparkan bahwa pemerintah Indonesia sempat berupaya menahan lonjakan harga demi menjaga stabilitas ekonomi domestik. Tren kenaikan harga BBM nonsubsidi sebenarnya sudah terjadi di berbagai negara tetangga.

"Kita tahu April kemarin sesuai arahan Presiden pemerintah masih mencoba harga kestabilan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat," papar Anggia.

"Ada diskusi dengan badan usaha pelat merah dan badan usaha swasta untuk mempertahankan BBM subsidi.

Tapi seiring berjalannya waktu fluktuasi harga yang makin dinamis pelaku usaha sesuaikan harga keekonomiannya," jelasnya.

Apabila tren pelemahan harga minyak mentah di pasar global terus berlanjut, Kementerian ESDM memastikan korporasi penyedia energi akan segera melakukan penyesuaian harga jual eceran di masyarakat.

>>> Gubernur Jawa Tengah Coret Peserta Titipan dalam SPMB 2026

"Kalau ditanya harga minyak dunia akan turun nggak? Pasti nanti akan ada penyesuaian juga harga BBM nonsubsidi," pungkas Anggia.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru