⌂ Beranda News Investasi Rp37,62 Triliun Dorong Gading Serpong Jadi Koridor Komersial Baru

Investasi Rp37,62 Triliun Dorong Gading Serpong Jadi Koridor Komersial Baru

Investasi Rp37,62 Triliun Dorong Gading Serpong Jadi Koridor Komersial Baru
Kawasan komersial Gading Serpong dengan gedung perkantoran dan pusat bisnis
A A Ukuran Teks16px

Pertumbuhan investasi di Kabupaten Tangerang mengubah wajah Gading Serpong dari kawasan hunian menjadi koridor komersial baru di barat Jakarta.

Sepanjang 2025, realisasi investasi di Kabupaten Tangerang mencapai Rp37,62 triliun.

>>> Pengeroyokan di Bangkalan Dipicu Ejekan 'Skena', Korban Dikira Begal

Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menyumbang Rp11,78 triliun, sementara sektor perdagangan dan reparasi mencapai Rp4,86 triliun.

Sektor tersier yang mencakup jasa, perdagangan, logistik, dan properti mendominasi dengan porsi 57,9 persen dan menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Di Gading Serpong, aktivitas komersial terlihat dari pembukaan 1.464 bisnis baru sepanjang 2025.

Angka ini menunjukkan meningkatnya permintaan ruang usaha, terutama dari sektor ritel, kuliner, layanan profesional, dan bisnis berbasis kunjungan langsung.

Pengembangan Serpong CBD dan City Gate

Meningkatnya aktivitas usaha dan kebutuhan ruang komersial representatif mendorong pengembangan Serpong Central Business District (Serpong CBD).

Salah satu proyek utamanya adalah City Gate yang dikembangkan Summarecon Serpong.

City Gate dibangun di atas lahan 40 hektare dan diposisikan sebagai gerbang Serpong CBD.

>>> Penguatan Rupiah Kurangi Tekanan BI untuk Naikkan Suku Bunga

Kawasan ini terhubung dengan Gading Serpong Boulevard, Symphonia Boulevard, dan City Gate Boulevard serta didukung akses tol.

Lokasinya berada pada jalur penghubung antara Summarecon Serpong, BSD, Alam Sutera, dan Lippo Karawaci, sehingga berpotensi menarik arus pengunjung dari berbagai kawasan.

Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, mengatakan pelaku usaha saat ini tidak hanya butuh tempat operasional, tetapi juga lokasi dengan visibilitas tinggi, akses mudah, fasilitas pendukung, dan ruang yang memperkuat identitas merek.

City Gate dirancang mengakomodasi berbagai kebutuhan usaha, mulai dari kantor, showroom, layanan profesional, klinik, makanan dan minuman, hingga bisnis dengan kunjungan pelanggan langsung.

Salah satu produk utama adalah City Gate Office Suites, bangunan enam lantai dengan luas tanah 220-264 meter persegi dan luas bangunan hingga 1.337 meter persegi.

Bangunan ini dilengkapi double facade, outdoor mezzanine setinggi 3 meter, serta frontage ke boulevard utama.

Albert menjelaskan, produk ini menyasar pelaku usaha yang membutuhkan ruang kerja sekaligus ruang untuk menampilkan identitas bisnis.

>>> Stockbit Sekuritas Beberkan 4 Skenario Keputusan Review MSCI Indonesia

Selain Office Suites, Summarecon Serpong menyiapkan City Gate Graha, bangunan lima lantai dengan luas tanah 108-153 meter persegi dan luas bangunan 453-603 meter persegi.

City Gate Graha memiliki frontage ke Symphonia Boulevard dan dirancang untuk bisnis berskala besar dengan visibilitas kuat.

City Gate juga menawarkan kavling komersial bagi pelaku usaha yang membutuhkan keleluasaan merancang bangunan secara spesifik.

Head of Research & Consulting CBRE, Anton Sitorus, mengatakan pertumbuhan kawasan komersial di Gading Serpong merupakan bagian dari siklus alami pengembangan properti.

“Siklus pengembangan properti diawali dengan hunian, kemudian diikuti kantor, ruko, hotel, dan lain-lain,” kata Anton.

Ia menambahkan, wilayah Tangerang, termasuk Serpong dan Gading Serpong, sejak lama dikenal sebagai kawasan penyangga Jakarta yang berkembang pesat.

Hal ini ditopang oleh kualitas hunian, rencana pengembangan matang dari pengembang, serta konektivitas sekitar.

>>> IHSG Menguat Signifikan, Pasar Nantikan Putusan MSCI dan FTSE

Menurut Anton, harga tanah dan properti di dalam kota Jakarta sangat tinggi, sementara penyangga Jakarta menawarkan opsi yang lebih terjangkau.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru