⌂ Beranda News Pengeroyokan di Bangkalan Dipicu Ejekan 'Skena', Korban Dikira Begal

Pengeroyokan di Bangkalan Dipicu Ejekan 'Skena', Korban Dikira Begal

Pengeroyokan di Bangkalan Dipicu Ejekan 'Skena', Korban Dikira Begal
Ilustrasi pengeroyokan di Bangkalan
A A Ukuran Teks16px

Seorang pemuda menjadi korban pengeroyokan di Jalan Raya Besel, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 13 Juni 2026.

Peristiwa ini diduga dipicu oleh ejekan menggunakan kata 'skena'.

>>> Meta Investasi Rp 248 Triliun Gandeng Pakar AI Alexandr Wang

Korban berinisial M (22), warga Surabaya, sedang berkumpul dengan tiga temannya di sekitar Stadion Gelora Bangkalan.

Di sana, ia terlibat adu mulut dengan kelompok pemuda lain yang berjumlah sekitar tujuh orang.

Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengatakan percekcokan itu diduga kuat berasal dari olok-olok yang menyebut korban sebagai 'skena'.

"Di situ sudah terjadi cekcok antar dua pemuda tersebut," ujar Agung kepada awak media, Senin, 15 Juni 2026.

Perselisihan di stadion sempat dilerai warga sehingga tidak berujung perkelahian. Namun, konflik kembali memanas saat kedua rombongan tidak sengaja bertemu di Jalan Raya Besel ketika hendak pulang.

Polisi menduga ada pihak yang berada di bawah pengaruh minuman keras. Kondisi itu memicu pertengkaran susulan yang berujung pada penganiayaan bersama.

>>> Komisi XI DPR Panggil Kemenkeu dan Danantara Bahas Underinvoicing Ekspor

Tiga rekan korban melarikan diri karena jumlah lawan tidak seimbang. Korban M yang tertinggal sendirian menjadi sasaran amukan tujuh pelaku tanpa bisa melawan.

Para pelaku juga meneriaki korban sebagai begal untuk memprovokasi warga sekitar.

"Lalu keluarga korban yang dari Burneh datang dan sekelompok pelaku ini kabur," lanjut Agung.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi menemukan korban tergeletak di jalan raya. Korban segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Satreskrim Polres Bangkalan masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif utama pengeroyokan ini.

"Masih akan kita dalami terkait dengan motif, karena yang beredar di masyarakat memang adanya isu-isu (begal) tersebut.

Namun kita pastikan dulu motif yang terjadi, sehingga tidak menjadi informasi liar di masyarakat," tutupnya.

>>> David Alaba Tampil Starter untuk Austria Hadapi Yordania di Piala Dunia 2026

Istilah Skena dan Maknanya

Ramainya pemberitaan kasus ini membuat istilah 'skena' kembali dibahas publik.

Di media sosial, kata ini sering mengalami pergeseran makna dan diidentikkan dengan gaya berpakaian tertentu seperti baju oversize, celana gombrong, atau kaus band.

Secara etimologi, 'skena' diserap dari bahasa Inggris 'scene' yang berarti komunitas, lingkungan, atau subkultur yang terikat oleh kesamaan minat, aktivitas, serta identitas.

Hal ini dikonfirmasi oleh Ahli Bahasa sekaligus Kepala Balai Bahasa Sulawesi Selatan, Ganjar Harimansyah.

"Berdasarkan kamus daring, kata skena merujuk pada makna polisemi scene, yakni lingkup kegiatan, situasi, atau kancah aktivitas maupun minat tertentu, misalnya The Rock Music Scene atau The Fashion Scene," ujar Ganjar.

Dengan demikian, skena pada dasarnya menggambarkan ekosistem sosial yang terbentuk karena kesamaan hobi dan aktivitas kelompok.

>>> Marjorie Taylor Greene Kecam Kebijakan Perang Trump Picu Inflasi

Makna aslinya bukan sekadar tren berpakaian yang populer di kalangan pengguna media sosial.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru