⌂ Beranda News Krakatau Steel Group Bentuk Banten Migrant Center untuk Perkuat Pekerja Migran

Krakatau Steel Group Bentuk Banten Migrant Center untuk Perkuat Pekerja Migran

Krakatau Steel Group Bentuk Banten Migrant Center untuk Perkuat Pekerja Migran
Ilustrasi pekerja migran Indonesia mengikuti pelatihan
A A Ukuran Teks16px

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Pemerintah Provinsi Banten, dan IKA Untirta menandatangani nota kesepahaman pembentukan Banten Migrant Center di Kota Cilegon pada Senin (15/06).

Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan platform yang menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pekerja migran yang kompeten dan berdaya saing global.

>>> INDEF: Efisiensi Jadi Tantangan Utama Penyusunan RAPBN 2027

Pusat tersebut diproyeksikan membuka akses penempatan kerja legal dan aman bagi masyarakat Banten.

Pemanfaatan Aset Pendidikan

Pemanfaatan aset pendidikan milik perusahaan dijalankan melalui Yayasan Pendidikan Krakatau Steel (YPKS) yang menaungi berbagai jenjang sekolah.

Langkah ini diambil untuk mendukung pengembangan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan pasar internasional.

Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menjelaskan bahwa pembentukan Banten Migrant Center merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri.

>>> Pelemahan Rupiah Ancam Kelangsungan Industri Farmasi dan Apotek Kecil

"Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan ekosistem industri yang telah berkembang di Banten dapat memberikan manfaat yang lebih luas melalui peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja," ujar Akbar Djohan.

Pihak Krakatau Steel Group menyatakan kesiapannya mengoptimalkan fasilitas pelatihan dan lingkungan industri.

Dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten turut diberikan oleh Gubernur Banten Andra Soni yang mengapresiasi kolaborasi antarinstansi ini.

Integrasi wilayah ini menempatkan Provinsi Banten sebagai daerah pertama yang menyatukan pemerintah, perguruan tinggi, SMK, dan BUMN dalam satu ekosistem penyiapan pekerja migran.

>>> Mamadou Sarr Siap Hadapi Prancis di Piala Dunia 2026

Program ini sekaligus menjadi proyek percontohan dalam implementasi arahan Presiden.

Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI Dwi Setiawan Susanto memaparkan bahwa daerah ini menjadi pilot project untuk melahirkan tenaga kerja terampil di pasar internasional.

"Banten menjadi pilot project implementasi arahan Presiden dalam menyiapkan pekerja migran yang kompeten, terlindungi, dan memiliki daya saing global," kata Dwi Setiawan Susanto.

Pusat kompetensi ini nantinya akan difungsikan sebagai wadah penguatan kemampuan, pelatihan, serta penyediaan akses informasi.

>>> KPK Terima Vonis Empat Tahun Enam Bulan Penjara Immanuel Ebenezer

Penyiapan tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja yang berkelanjutan bagi calon pekerja migran.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru