FIFA menerapkan kebijakan baru berupa jeda minum wajib selama tiga menit pada menit ke-22 di setiap babak dalam seluruh pertandingan Piala Dunia 2026.
Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga kondisi fisik para pemain yang bertanding di tengah ancaman cuaca panas ekstrem di Amerika Utara.
>>> Mahasiswa UGM Konfrontasi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam Forum Dialog
Aturan Baru Berlaku di Semua Stadion
Kebijakan hidrasi ini berlaku menyeluruh di semua stadion, termasuk wilayah beriklim sejuk seperti Seattle maupun lapangan tertutup.
Aturan baru tersebut menggeser regulasi lama yang hanya mengizinkan jeda minum jika indeks suhu lingkungan menembus angka tertentu.
Spesialis Kedokteran Olahraga, dr Andi Kurniawan, SpKO, menerangkan bahwa beberapa kota tuan rumah di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada berada dalam kondisi yang sangat rawan terhadap lonjakan suhu udara.
>>> Bahlil Lahadalia Bentuk Tim Khusus Pengadaan Batu Bara untuk PLN
"Turnamen ini berlangsung 11 Juni-19 Juli di AS, Meksiko, dan Kanada, tepat di bulan-bulan terpanas Amerika Utara, dan beberapa venue seperti Dallas, Houston, Miami, dan kota-kota Meksiko sangat rawan panas ekstrem," kata dr Andi.
Penerapan aturan baru ini menjadi komitmen FIFA dalam memprioritaskan keselamatan pemain tanpa memandang kondisi cuaca lokal di setiap pertandingan.
"FIFA mewajibkan cooling/hydration break tiga menit di pertengahan tiap babak di setiap pertandingan, tanpa peduli cuaca.
>>> Pertamina Patra Niaga Buka Suara soal Struk Pertalite Rp 18.040 Per Liter
Ini perubahan kebijakan, karena sebelumnya break hanya dipicu kalau Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) Index menembus ambang 32°C (89,6°F)," tambahnya.
Langkah intervensi melalui hidrasi dan pendinginan badan ini krusial untuk mencegah gangguan kesehatan serius bagi atlet seperti kelelahan akibat panas hingga serangan stroke panas.
"Salah satu cara menurunkan risikonya adalah dengan hidrasi dan menyiram air ke tubuh. Disebut cooling," pungkasnya.
>>> Inspirasi Nama Bayi Berawalan Huruf R dari Anak dan Tokoh Artis Indonesia
Menurut data kesehatan dari Mayo Clinic, paparan panas ekstrem yang tidak diantisipasi berisiko memicu gangguan kesehatan mulai dari kram otot, heat exhaustion yang ditandai dengan keringat berlebih dan nadi cepat, hingga kondisi darurat heat stroke yang membutuhkan penanganan medis segera.