⌂ Beranda News Pertamina Patra Niaga Buka Suara soal Struk Pertalite Rp 18.040 Per Liter

Pertamina Patra Niaga Buka Suara soal Struk Pertalite Rp 18.040 Per Liter

Pertamina Patra Niaga Buka Suara soal Struk Pertalite Rp 18.040 Per Liter
SPBU Pertamina menampilkan harga Pertalite
A A Ukuran Teks16px

PT Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan terkait informasi viral mengenai struk pembelian BBM yang mencantumkan harga normal Pertalite sebesar Rp 18.040 per liter.

Nilai itu tertera pada bukti pembayaran di SPBU pada Selasa (16/6/2026).

>>> Pelemahan Rupiah Berpotensi Naikkan Harga Obat 10-20 Persen

Nilai Keekonomian Pertalite

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa angka tersebut merupakan nilai keekonomian riil dari produk BBM.

Pertalite saat ini dikategorikan sebagai Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) yang disubsidi negara.

Kebijakan penentuan nilai subsidi sepenuhnya berada di bawah otoritas pemerintah. Pertamina Patra Niaga bertindak sebagai operator yang menjalankan dan mematuhi kebijakan tersebut.

Harga jual Pertalite yang dibayarkan masyarakat merupakan harga yang telah ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi.

>>> BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Luncurkan Fitur Donasi Digital di BSya

Subsidi energi ini bertujuan menjaga daya beli warga dan menyokong perekonomian nasional.

Target utama bantuan finansial ini adalah kelompok masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Formulasi angka keekonomian dihitung dari kombinasi pergerakan harga pasar minyak dan total ongkos penyediaan energi.

Konsumen tetap menikmati tarif penugasan yang lebih rendah karena selisih biaya ditanggung anggaran subsidi pemerintah.

Perbedaan dengan Pertamax

Berbeda dengan Pertalite, Pertamax dikategorikan sebagai produk komersial non-subsidi. Harganya bergerak dinamis mengikuti fluktuasi pasar global.

Perusahaan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengontrol gejolak harga komoditas ini di tingkat nasional. Manajemen sempat menahan laju kenaikan harga Pertamax pada periode sebelumnya.

>>> NCT DREAM Gelar Fan Meeting Anniversary ke-10 di INSPIRE Arena

Kebijakan penyesuaian tarif Pertamax pada 10 Juni 2026 diambil setelah mengalkulasi aspek ketahanan fiskal, daya beli masyarakat, dan keberlanjutan bisnis.

Langkah koreksi harga juga diikuti oleh perusahaan penyedia SPBU swasta lainnya.

Skema tarif yang berlaku di pasar domestik dinilai belum sepenuhnya merefleksikan harga keekonomian internasional.

Bila mengacu pada parameter minyak dunia, nilai jual Pertamax idealnya lebih tinggi dari Pertalite tanpa subsidi.

>>> Cara Mengosongkan Memori HP Android yang Penuh Tanpa Hapus Aplikasi

Regulasi harga energi nasional tetap memprioritaskan keseimbangan antara kemampuan finansial masyarakat dan jaminan pasokan energi jangka panjang.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru