⌂ Beranda News Kalventis Sinergi Farma Sediakan Vaksinasi Lengkap untuk Lindungi Keluarga

Kalventis Sinergi Farma Sediakan Vaksinasi Lengkap untuk Lindungi Keluarga

Kalventis Sinergi Farma Sediakan Vaksinasi Lengkap untuk Lindungi Keluarga
Vaksinasi untuk melindungi keluarga
A A Ukuran Teks16px

Vaksinasi tidak hanya penting bagi anak-anak, tetapi juga orang dewasa, lansia, ibu hamil, dan pelaku perjalanan internasional.

Imunisasi berperan krusial dalam menangkal infeksi dan meminimalkan risiko penularan pada anggota keluarga yang rentan.

>>> Danantara Terbitkan Obligasi Global Perdana Senilai 1,5 Miliar Dolar AS

Hal ini mengemuka dalam diskusi bertajuk “Pentingnya Vaksin Dewasa dan Vaksin EV71 HFMD untuk Perlindungan Keluarga”.

Diskusi tersebut membahas pentingnya imunisasi dewasa dan vaksin EV71 untuk mencegah Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau flu Singapura.

Komitmen Kalventis dalam Imunisasi Keluarga

Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, Vidi Agiorno, menyatakan bahwa imunisasi harus menjadi fondasi proteksi kesehatan keluarga.

Setiap jenjang usia memiliki risiko paparan penyakit infeksi yang dapat memicu komplikasi serius.

“Kalbe melalui Kalventis berkomitmen menyediakan vaksin yang disesuaikan dengan beban penyakit menular di Indonesia. Kami juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi di segala usia,” ujarnya.

Langkah preventif ini efektif membangun kekebalan tidak langsung (cocoon immunity) untuk melindungi anggota keluarga yang belum bisa divaksinasi.

Orang dewasa yang aktif bekerja pun dapat menekan risiko menjadi pembawa virus bagi lingkungan domestik.

Chief Medical Officer Mandaya Hospital Group, dr. Senta L. Kumurur, menambahkan bahwa layanan kesehatan kini harus mengedepankan pencegahan melalui imunisasi berkala.

Dokter spesialis penyakit dalam Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Visakha Revena Irawan, Sp. PD, AIFO-K, membantah anggapan bahwa imunisasi hanya untuk anak-anak.

>>> Kementerian ESDM Usul Rp815,56 Miliar untuk Konversi Kompor Listrik

Efektivitas vaksin dapat menyusut seiring waktu sehingga orang dewasa memerlukan booster.

Mobilitas tinggi dan interaksi sosial luas membuat kelompok usia produktif rentan terpapar patogen. “Perlindungan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga di rumah.

Orang dewasa dapat menjadi pelindung bagi bayi, anak-anak, lansia, dan anggota keluarga lain,” katanya.

Imunisasi dewasa terbukti menekan angka rawat inap dan rasio kematian akibat infeksi parah. Gerakan ini juga mendukung terbentuknya herd immunity di masyarakat.

Prioritas Imunisasi untuk Kelompok Rentan

Lansia memerlukan perhatian khusus karena penurunan sistem kekebalan tubuh. Mereka sangat disarankan menerima vaksin influenza, pneumokokus, RSV, dan herpes zoster.

Ibu hamil dianjurkan mendapatkan vaksin influenza dan RSV pada trimester akhir agar antibodi tersalurkan ke bayi sebelum lahir.

Pelaku perjalanan haji dan umrah wajib melengkapi vaksin meningokokus minimal dua hingga empat minggu sebelum berangkat.

Selain imunisasi dewasa, diskusi juga menyoroti lonjakan kasus HFMD pada anak. Gejala klinisnya meliputi demam, sariawan akut, serta ruam lepuh di tangan dan kaki.

Data Kementerian Kesehatan hingga minggu ke-18 tahun 2026 menunjukkan akumulasi suspek HFMD mencapai 18.000 kasus.

>>> IHSG Meroket 4,3 Persen, Saham Emas Berpotensi Reli

Sebaran tertinggi di Jawa Barat (3.981 kasus), Banten (2.503), Jawa Tengah (2.122), DI Yogyakarta (1.219), Jawa Timur (1.128), dan Riau (1.124).

Dokter spesialis anak Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Handayani, M. Ked (Ped), Sp.

A, menjelaskan bahwa HFMD disebabkan oleh enterovirus, termasuk Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (EV71).

Jenis EV71 perlu diwaspadai karena dapat memicu komplikasi saraf berat pada balita di bawah enam tahun.

“Gejala HFMD biasanya diawali demam, badan tidak nyaman, lemas, dan nyeri tenggorokan. Kemudian muncul sariawan atau luka di mulut sehingga sulit makan dan minum.

Beberapa hari kemudian, ruam atau bintik dapat muncul di telapak tangan, kaki, sekitar mulut, bokong, atau bagian tubuh lain.

Pada sebagian besar anak, HFMD membaik dengan perawatan suportif,” jelasnya.

Vaksin EV71 HFMD dapat diberikan kepada anak usia enam bulan hingga di bawah enam tahun dengan dua dosis interval satu bulan.

Produk ini telah mendapat izin dari BPOM. Per 5 Februari 2026, BPOM memperluas indikasi penggunaan untuk anak usia 6 bulan hingga 71 bulan.

>>> Presiden Jerman Temui Prabowo di Jakarta, Bahas Kerja Sama Strategis

“Ini bagian dari langkah kami dalam mendukung perlindungan optimal agar keluarga Indonesia dapat tumbuh lebih sehat dan kuat,” tutup Vidi.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru