Fox Corporation resmi menyepakati perjanjian definitif untuk mengakuisisi Roku Inc., perusahaan pembuat perangkat streaming, dengan nilai sekitar 22 miliar dolar AS pada Senin, 15 Juni 2026.
Langkah ini menggabungkan jaringan olahraga, hiburan, dan berita Fox, termasuk layanan gratis Tubi, dengan platform TV terkoneksi Roku yang menjangkau lebih dari 100 juta rumah tangga global.
>>> Suporter Jepang Bersihkan Stadion Usai Laga Piala Dunia 2026
Transaksi dilakukan melalui kombinasi tunai dan saham kelas A Fox.
Pemegang saham Roku menerima 160 dolar AS per lembar saham, yang sebagian didanai lewat utang baru senilai 12 miliar dolar AS.
Setelah merger rampung pada paruh pertama 2027, pemegang saham Fox akan menguasai sekitar 73 persen perusahaan gabungan, sementara pemegang saham Roku memiliki sisa 27 persen.
>>> Komisi XII DPR Setujui Pagu Indikatif Kementerian ESDM 2027 Rp27,33 Triliun
Strategi Fox dan Masa Depan Streaming
CEO Fox Corporation, Lachlan Murdoch, menyebut akuisisi ini sebagai momen penting bagi perusahaan.
Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan kelanjutan strategi reorientasi sejak 2019 yang berfokus pada siaran olahraga dan berita langsung.
>>> Riset Prasetiya Mulya Temukan AI Citation Gap, Website Resmi Kalah Saing
Fox memproyeksikan sinergi biaya run-rate mencapai sekitar 400 juta dolar AS dan meningkatkan pertumbuhan arus kas bebas per saham pada tahun kedua setelah penutupan transaksi.
CEO Roku, Anthony Wood, mengatakan platformnya memiliki bisnis besar yang terdiri dari iklan dan langganan.
Roku mencatatkan keterlibatan pengguna hingga 145 miliar jam per tahun secara global dan menjadi pemimpin pasar di Amerika Serikat.
>>> Jadwal Piala Dunia 15 Juni 2026: Spanyol vs Tanjung Verde Malam Ini
Pasca-pengumuman, saham Fox turun 17 persen, sedangkan saham Roku melemah 2 persen setelah sempat melonjak 20 persen pada hari Jumat sebelumnya.