⌂ Beranda News Waskita Karya Catat 7,5 Juta Jam Kerja Selamat di Proyek LRT Jakarta 1B

Waskita Karya Catat 7,5 Juta Jam Kerja Selamat di Proyek LRT Jakarta 1B

Waskita Karya Catat 7,5 Juta Jam Kerja Selamat di Proyek LRT Jakarta 1B
Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai
A A Ukuran Teks16px

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan kerja pada proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai.

Pencapaian ini menunjukkan konsistensi penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan.

>>> Nico Williams Berjuang Pulih dari Cedera Jelang Piala Dunia 2026

Tantangan dan Inovasi di Lapangan

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi jam kerja seluruh proyek tanpa hari kerja yang hilang.

Menurutnya, tantangan utama adalah lalu lintas Jakarta yang padat. Kontraktor mengoptimalkan waktu kerja pada malam hari yang menuntut fokus dan inovasi pada sistem keselamatan.

"Kami melihat ini sebagai constraint yang harus dikelola, bukan dihindari," ujar Ermy dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

Sebelumnya, kontraktor bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) selaku pemilik proyek telah melakukan rangkaian Testing and Commissioning (T&C) sistem perkeretaapian.

Pengujian mencakup tes jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome hingga Stasiun Pramuka.

>>> Beasiswa Pijar Berdaya 2026 Dibuka bagi Pelajar Prasejahtera

Uji coba melewati perlintasan di atas Jalur Aktif Tol Wiyoto-Wiyono pada kilometer 1+700 sampai 2+100.

Untuk mencegah gangguan lalu lintas jalan tol, Waskita menerapkan metode inovasi balance cantilever dengan bentangan 120 meter.

Pengawasan melalui monitoring survey dan chamber dilakukan secara berkala setiap hari.

"Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan," tegas Ermy.

>>> Pemerintah Terbitkan Panda Bond untuk Perkuat Rupiah di Pasar China

Pemasangan safety net di sekeliling segmen girder balance turut mendukung pencapaian zero accident selama konstruksi struktur tersebut.

Saat ini, pengerjaan proyek senilai Rp4,1 triliun terus dipercepat dengan realisasi pembangunan mencapai 93,37 persen.

Koordinasi dengan Jakpro terus diperkuat agar tahapan T&C berjalan lancar demi kesiapan sistem sebelum mengangkut puluhan ribu penumpang harian.

"Kerja sama yang baik dengan Jakpro membuat train run yang sudah dilakukan dua kali berlangsung tanpa hambatan," tutur Ermy.

Infrastruktur ini diproyeksikan mampu mengurai kemacetan dan memperkuat integrasi angkutan umum di Jakarta.

>>> Bahlil Lahadalia Bentuk Tim Pengadaan Energi Primer PLN

"Kami optimis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan menambah pilihan transportasi publik yang modern dan memudahkan mobilitas warga," jelas Ermy.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru