⌂ Beranda News Beasiswa Pijar Berdaya 2026 Dibuka bagi Pelajar Prasejahtera

Beasiswa Pijar Berdaya 2026 Dibuka bagi Pelajar Prasejahtera

Beasiswa Pijar Berdaya 2026 Dibuka bagi Pelajar Prasejahtera
Ilustrasi beasiswa Pijar Berdaya untuk pelajar prasejahtera
A A Ukuran Teks16px

Program Beasiswa Pijar Berdaya Indonesia (PBI) 2026 kembali membuka pendaftaran untuk jalur reguler.

Program ini menyediakan pendampingan intensif bagi pelajar dari keluarga prasejahtera yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

>>> Pemerintah Terbitkan Panda Bond untuk Perkuat Rupiah di Pasar China

Fokus utama PBI adalah memberikan persiapan matang agar peserta mampu menembus jalur seleksi kampus impian. Kuota pendaftaran dibuka mulai 6 Mei hingga 31 Agustus 2026.

Sasaran program meliputi siswa kelas 11, kelas 12 SMA sederajat, serta lulusan gap year dengan waktu maksimal dua tahun setelah lulus.

Prioritas khusus diberikan bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar (PIP).

Latar Belakang dan Fasilitas

Gerakan sosial ini diinisiasi oleh Tristia Riskawati bersama Irvan Nurmawan sejak tahun 2022. Pendirian program didasari kepedulian terhadap anak-anak kurang mampu yang kesulitan mengakses pendidikan tinggi.

"Suami dan saya melihat banyak keluarga pra-sejahtera yang terus mendapat bantuan sosial, tapi kesannya jadi seperti 'disuapin' aja ya.

Padahal kalau ada satu saja anaknya yang bisa berkuliah, ekonomi mereka bisa terangkat," ungkap Tristia.

Ia meyakini akses pendidikan tinggi menjadi instrumen efektif memutus rantai kemiskinan lintas generasi.

>>> Bahlil Lahadalia Bentuk Tim Pengadaan Energi Primer PLN

"Pijar Berdaya adalah beasiswa untuk adik-adik kurang mampu yang ingin lanjut berkuliah agar bisa memutus rantai kemiskinan keluarga mereka," jelasnya.

Penerima manfaat akan mendapatkan berbagai fasilitas pendampingan gratis. Layanan tersebut meliputi mentoring strategi seleksi, bimbingan akademik dari tutor bereputasi, serta pelatihan pengembangan kapasitas diri.

Selain itu, terdapat layanan talents mapping untuk memetakan minat dan bakat peserta. Fasilitas ini bertujuan mengarahkan pemilihan program studi yang tepat sesuai potensi masing-masing siswa.

"Ada yang bilang pengen ambil jurusan yang nantinya banyak cuannya, tapi kan belum tentu cocok. Takutnya malah kolaps di tengah jalan," katanya.

PBI menegaskan program ini tidak menanggung biaya kuliah secara penuh setelah lulus seleksi masuk.

Dukungan dana operasional kuliah akan dioptimalkan melalui skema KIP Kuliah serta kolaborasi bersama mitra donatur.

>>> BGN Larang Pegawai Miliki Dapur Makan Bergizi Gratis untuk Cegah Konflik Kepentingan

Durasi Pendampingan dan Syarat Pendaftaran

Masa pendampingan bersifat fleksibel dan menyesuaikan jenjang pendidikan awal peserta.

Siswa yang mendaftar sejak kelas 11 bisa mendapatkan bimbingan hingga masa gap year, dengan total durasi maksimal empat tahun.

Calon peserta wajib memenuhi kriteria umum seperti berstatus Warga Negara Indonesia dan berdomisili di wilayah Bandung Raya.

Program ini terbuka bagi siswa aktif kelas 11 dan 12 SMA sederajat, kelas 13 SMK kurikulum empat tahun, serta alumni kelulusan 2025 dan 2026.

Proses administrasi mengharuskan pendaftar mengunggah dokumen pribadi seperti KTP atau kartu pelajar, Kartu Keluarga, bukti penghasilan orang tua, hingga foto kondisi rumah.

Peserta juga diminta menyusun personal statement minimal 750 kata serta esai komitmen.

Pendampingan teknis juga mencakup analisis kemampuan akademik agar pemilihan jurusan saat ujian masuk bersifat realistis. "Jadi pas UTBK mereka enggak asal pilih.

>>> Superkomputer dan Pakar Matematika Prediksi Juara Piala Dunia 2026

Kita sesuaikan juga sama kemampuan akademiknya," ujar Tristia.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru