⌂ Beranda News Superkomputer dan Pakar Matematika Prediksi Juara Piala Dunia 2026

Superkomputer dan Pakar Matematika Prediksi Juara Piala Dunia 2026

Superkomputer dan Pakar Matematika Prediksi Juara Piala Dunia 2026
Ilustrasi Piala Dunia 2026 dengan prediksi juara dari superkomputer dan pakar matematika
A A Ukuran Teks16px

Menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli, sejumlah teknologi kecerdasan buatan, simulasi superkomputer Opta, dan pakar matematika Jerman telah merilis prediksi juara turnamen.

Superkomputer Opta menempatkan Spanyol sebagai kandidat terkuat dengan probabilitas 16,1 persen setelah melakukan 25 ribu simulasi.

>>> Spanyol Hadapi Tanjung Verde di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Tiga model AI populer—Grok, Claude, dan ChatGPT—juga menjagokan Spanyol, sementara Gemini memilih Prancis sebagai pemenang.

Rata-rata persentase dari keempat model AI menunjukkan Spanyol memimpin dengan 18,6 persen, diikuti Prancis 16,8 persen, Inggris 12,4 persen, dan Argentina 11,2 persen.

Opta Analyst menjelaskan bahwa Prancis, Inggris, dan Argentina menyusul di belakang Spanyol dengan selisih tipis, semuanya memenangkan Piala Dunia dalam lebih dari 10 persen simulasi.

Simulasi juga menunjukkan bahwa negara tuan rumah—Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada—memiliki peluang sangat kecil untuk menjuarai turnamen.

Hanya 35,9 persen dari 25 ribu simulasi yang memperlihatkan negara baru memenangkan Piala Dunia untuk pertama kalinya.

>>> Spanyol Hadapi Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 Tanpa Lamine Yamal

Pakar Matematika Pilih Belanda

Di sisi lain, pakar matematika asal Jerman yang tinggal di Inggris, Joachim Clement, justru menjagokan Belanda sebagai juara berdasarkan empat kriteria khusus.

Clement sukses menebak juara dalam tiga edisi Piala Dunia sebelumnya. Kriteria pertamanya adalah jumlah populasi negara peserta.

Menurutnya, populasi yang lebih besar berarti kumpulan talenta yang lebih luas. Faktor kedua adalah situasi iklim di negara asal tim.

Ia menilai tim harus bisa bermain sepak bola sepanjang tahun tanpa kendala cuaca ekstrem. Kriteria ketiga adalah ketersediaan infrastruktur dan fasilitas olahraga yang memadai untuk mengembangkan atlet muda.

Faktor terakhir adalah posisi tim dalam peringkat FIFA terbaru untuk melihat generasi pemain saat ini.

Clement memilih Belanda karena tim tersebut tidak termasuk favorit, namun secara konsisten tampil melebihi ekspektasi.

>>> Polisi Tahan Massa Mahasiswa di Benhil untuk Sterilisasi Jalur Tamu Negara

Ia mengakui kekuatan sepak bola besar seperti Brasil, Argentina, Jerman, Prancis, dan Spanyol memiliki peluang jelas.

Namun, Belanda dinilai memiliki konsistensi performa yang unggul meskipun tidak diunggulkan.

Belanda belum pernah memenangkan Piala Dunia, tetapi sudah mencapai tiga final. Hal ini menunjukkan budaya dan proses pengembangan bakat yang baik.

Clement menilai skuad Belanda saat ini tidak memiliki bintang sejati seperti Messi di Argentina, tetapi memiliki performa merata dari semua pemain.

Ia menyoroti pertahanan kokoh Belanda sebagai kunci utama untuk memenangkan kejuaraan.

>>> Sidny Cabral Puji Dampak José Mourinho Jelang Debut Piala Dunia 2026

Timnas Belanda akan memulai perjalanan di Grup G melawan Jepang di Stadion Dallas, Amerika Serikat.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru