⌂ Beranda News Analis Ramal Saham BBRI Berpotensi Melesat Hingga 35 Persen

Analis Ramal Saham BBRI Berpotensi Melesat Hingga 35 Persen

Analis Ramal Saham BBRI Berpotensi Melesat Hingga 35 Persen
Grafik saham perbankan Indonesia
A A Ukuran Teks16px

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berencana melakukan buyback saham pada pertengahan tahun ini. Langkah ini menuai respons positif dari mayoritas analis.

Manajemen Bank BRI merancang program buyback fluktuatif dengan alokasi dana maksimal Rp500 miliar. Jadwal pelaksanaan dimulai 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026.

>>> Rupiah Menguat Perkasa ke Rp 17.778 per Dolar AS pada 15 Juni 2026

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa langkah ini diambil karena valuasi saham perseroan masih di bawah nilai wajar.

"Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).

Perseroan memastikan kebijakan ini telah melalui kajian internal yang matang. Likuiditas dan struktur permodalan dinilai tidak terganggu.

Data konsensus analis Bloomberg per 15 Juni 2026 menunjukkan dukungan kuat. Sebanyak 30 analis (83,3%) merekomendasikan buy untuk saham BBRI.

Empat analis (11,1%) menyarankan hold, dan dua analis (5,6%) merekomendasikan jual.

>>> Garena Bedakan Fungsi Free Fire Reguler, MAX, Beta, dan Advance Server

Target harga rata-rata 12 bulan untuk saham BBRI dipatok Rp4.094 per saham. Harga terakhir tercatat Rp3.020 per saham.

Potensi kenaikan mencapai sekitar 35,6% dalam satu tahun.

Sejumlah lembaga sekuritas global dan domestik optimistis. Citi memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp4.400 per saham.

UBS juga merekomendasikan buy dengan target Rp4.300 per saham.

"Pada target harga Rp4.300 per saham, BBRI akan diperdagangkan pada valuasi sekitar 2,2 kali PBV 2027E dan 11 kali PER 2027E," tulis riset UBS oleh analis Joshua Tnja, Ivan Reynaldo Sutheja, dan Elisabeth Angelina Inggriani.

>>> Simpan Makanan Ini dengan Benar untuk Cegah Tikus dan Kecoak

Tim riset UBS mencatat perbaikan rasio pembentukan kredit bermasalah baru di bawah Rp2 triliun per bulan sejak Desember 2025.

Namun, risiko inflasi tetap perlu diwaspadai.

"Kenaikan suku bunga 50 basis poin dan potensi pengetatan lanjutan dapat menekan margin. Biaya kredit diperkirakan tetap dalam rentang panduan," lanjut riset tersebut.

Pandangan berbeda datang dari Macquarie yang memberikan rekomendasi netral dengan target harga Rp2.740. DBS Bank juga memberikan rekomendasi hold dengan target Rp3.000 per saham.

Secara fundamental, kondisi keuangan BBRI solid.

>>> Cara Aktifkan PayLater TikTok Shop untuk Belanja Cicilan Mudah

Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 22,86% dan Return on Equity (ROE) 18,37% pada proforma laporan keuangan konsolidasi per 31 Maret 2026.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru