Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz akan ditandatangani pada Minggu (14/6/2026).
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial pada Sabtu. Ia menulis bahwa Selat Hormuz akan terbuka untuk semua setelah kesepakatan ditandatangani.
>>> Jadwal KRL Solo Jogja Minggu 14 Juni 2026 Lengkap dari Palur ke Yogyakarta
Trump juga mengklaim Iran tidak lagi menginginkan senjata nuklir. Gedung Putih menyebut akan menangani material nuklir Iran setelah perjanjian disepakati.
Namun, klaim AS langsung dibantah Iran. Kedua negara masih memiliki perbedaan pendapat mendalam, terutama soal pengelolaan jalur air dan pembayaran kepada Iran.
>>> Victor Wembanyama Terancam Sanksi Absen di Game 5 Final NBA
Pemerintah Iran menunjukkan respons terpecah. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menggemakan harapan Trump untuk penandatanganan dalam pidato Jumat.
Namun, juru bicara Iran menolak penandatanganan pada hari Minggu, menurut laporan IRIB.
Mediator perundingan menyiapkan proses penandatanganan secara digital. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan akan ada pembicaraan teknis minggu depan.
>>> Turki Hadapi Australia di Laga Pembuka Grup D Piala Dunia 2026
Militer AS dan sekutunya bersiap membersihkan jalur air.
Seorang pejabat senior AS mengatakan Inggris dan Prancis akan membentuk koalisi untuk menyingkirkan ranjau Iran di Selat Hormuz.
>>> Montella Khawatirkan Kebugaran Pemain Jelang Lawan Australia
Pakar pertahanan menilai kesepakatan ini berpotensi mengembalikan ketegangan seperti sebelumnya. Becca Wasser dari Bloomberg Economics menyebut gencatan senjata yang rapuh dan rentan terhadap kekerasan.